Kulon Progo, suarapasar.com : Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan menekankan pentingnya gereja untuk terus tampil inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.
Hal itu disampaikan Agung saat menghadiri perayaan Ekaristi Syukur Lustrum I sekaligus Ekaristi Yubileum di Gereja Santa Maria Bunda Penasehat Baik, Wates, Kamis (20/11/2025).
Perayaan Ekaristi Syukur Lustrum I sekaligus Ekaristi Yubileum, dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Pr.
Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada para penyelenggara serta seluruh tokoh gereja. Ia menegaskan bahwa perayaan ini mencerminkan perjalanan berarti bagi Kevikepan.
“Kegiatan Lustrum dan Yubileum ini adalah momentum bermakna sebagai tanda syukur atas penyertaan Tuhan dalam karya pastoral dan pelayanan kemasyarakatan,” kata Agung.
Agung juga menyoroti kontribusi Paroki Wates dan para imam dalam membangun harmoni sosial di Kulon Progo.
“Kehadiran PAROKI Wates menjadikan kita mampu hidup berdampingan dalam kedamaian melalui pelayanan para romo di Kulon Progo,” tuturnya.
Lebih lanjut, Agung berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan membawa pembaruan iman bagi umat.
“Harapan saya, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa syukur dan keimanan, sekaligus meneguhkan komitmen umat dalam menghadirkan kasih di tengah masyarakat,” ungkap Agung.
Agung juga menekankan pentingnya gereja untuk terus tampil inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.
“Melalui momen ini, saya berharap Gereja Katolik Kevikepan Yogyakarta Barat dapat terus menunjukkan wajah yang ramah, hadir bagi seluruh lapisan masyarakat, dan sejalan dengan nilai-nilai pembangunan Kulon Progo,” jelas Agung.
Pada kesempatan itu, Agung memberikan penghargaan kepada umat Katolik atas kontribusi mereka di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
“Umat Katolik telah menunjukkan bukti nyata kerukunan dan toleransi, termasuk melalui sekolah-sekolah, pelayanan kesehatan, dan kegiatan sosial,” jelas Agung.
Agung mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Mari bersama-sama tekun berdoa, menebar kebaikan, dan memperkuat pendidikan karakter serta kerukunan,” pungkas Agung seperti dikutip dari laman resmi Pemkab Kulon Progo.








