Bestival 2025, Bangun Masa Depan Bangsa Dari Pondasi Yang Benar, Nilai Agama & Kebaikan

Kulon Progo, suarapasar.com : Pemkab Kulon Progo mengapresiasi peran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Kulon Progo, Jazil Ambar Was’an menyebut LDII konsisten menyelenggarakan kegiatan-kegiatan positif. Salahsatunya melalui kegiatan Festival Anak Soleh Bestival 2025.

“Bukan hanya membentuk karakter anak, tapi juga menguatkan akhlak dan membangun masa depan bangsa dari pondasi yang benar yaitu agama dan nilai-nilai kebaikan,” kata Jazil dalam sambutannya pada Festival Anak Soleh BESTIVAL 2025 ‘Kulon Progo Berkarakter Luhur’ di SMK Negeri 2 Pengasih, Minggu (20/7/2025).

Menurut Jazil, Bestival ini bukan bukan sekadar lomba namun menjadi wadah untuk belajar, berani tampil, membentuk karakter Islami sejak dini dan memperkenalkan kepada anak-anak bahwa menjadi anak yang sholeh itu keren.

“Saya yakin peserta akan tumbuh jadi generasi yang berani, cerdas, santun, dan punya prinsip kuat. Ini bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman yang ke depan semakin kompleks,” tandasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kulon Progo Pandaya menjelaskan ratusan peserta dari jenjang SD hingga SMP berlomba dan berkreasi menampilkan karya dan bakat yang dimiliki.

“Kegiatan Bestival dilaksanakan dua hari Sabtu Minggu 19-20/7/2025. Ini unyuk memberi ruang ekspresi bagi generasi muda, dari usia anak-anak sampai remaja, untuk menyampaikan kreatifitasnya, karyanya,” kata Pandaya.

 

Bestival difokuskan untuk pengembangan bakat ke religius seperti festival keagamaan, ada baca Al-Quran, Adzan, kemudian juga khutbah dan sejenisnya.

 

Selain itu juga digelar pengembangan kreatifitas semisalnya membuat karya video karakter dan cerdas cermat pengetahuan, cerdas cermat Keagamaan dan pengetahuan umumnya. Juga kreatifitas pemanfaatan limbah ataupun barang bekas menjadi karya baru yang memiliki nilai jual.

 

“Jadi kita ada reduce, reuse, dan recycle memanfaatkan botol bekas menjadi karya-karya yang bisa dimanfaatkan dalam bentuk lain. Juga ada kegiatan untuk kebugaran olahraga,” ucap Pandaya.

 

Melalui Bestival ini harapannya terbentuk 29 karakter luhur yang dikembangkan di LDII. Mulai dari hidup rukun, kompak, kerjasama yang baik, harus hidup hemat, banyak doa, saling membantu, tolong-menolong, dan sebagainya.

 

Selain ajang Kreatifitas, Bestival ini turut mengembangkan UMKM, aneka kuliner, eco enzyme, produk kerajinan, jumputan, ecoprint dll.

 

“Harapannya kegiatan ini juga bisa menumbuhkan Akhlakul Karimah, alim Faqih dan mandiri,” ungkapnya. (Wds/drw)