Muswil PKB DIY, PKB Beri Ruang & Kesempatan Bagi Semua Untuk Terlibat Dalam Proses-proses Politik

Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW PKB DIY) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di SM Tower, Rabu (3/12/2025). Agenda ini menjadi momentum konsolidasi, penataan struktur, serta penyusunan arah kerja partai untuk lima tahun ke depan.

Wakil Ketua Umum DPP PKB, Muhammad Hanif Dhakiri menegaskan bahwa PKB kini telah bertransformasi menjadi partai nasional dengan persebaran suara yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Ia mencontohkan bahwa di sejumlah daerah seperti NTT dan Samosir yang mayoritas penduduknya Katolik dan Kristen, PKB justru menjadi pemenang pemilu.

“Di NTT maupun Samosir yang penduduknya seratus persen Katolik dan Kristen, pemenang pemilunya, PKB. Berbagai macam latar belakang semuanya berbondong-bondong masuk PKB. Tapi yang menarik itu ada satu kesamaan yang mungkin ini agak unik, kesamaannya itu sama-sama ikut ekonominya terbatas,” kata Hanif, dalam sambutan saat pembukaan Muswil.

Menurut Hanif, kesamaan dari sisi ekonomi tersebut justru memperlihatkan bahwa PKB mampu menjadi alat perjuangan masyarakat kecil. Ia menegaskan bahwa partai membuka ruang luas bagi siapa pun untuk terlibat dalam proses politik.

“Semua kalangan bisa berpolitik, tapi kalau politik hanya dimaknai sebagai uang, maka hanya yang kaya saja yang bisa berpolitik. Maka, PKB memberikan ruang dan kesempatan bagi semua untuk bisa terlibat di dalam proses-proses politik,” ujarnya.

Ketua DPW PKB DIY, Agus Sulistyono menyampaikan bahwa Muswil kali ini juga dimanfaatkan untuk merajut silaturahmi, termasuk dengan memilih lokasi acara di hotel milik Muhammadiyah sebagai simbol penguatan kolaborasi. Ia berharap Muswil dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus mengevaluasi kinerja lima tahun terakhir demi menghasilkan program yang lebih baik.

“Muswil kali ini adalah bagian dari konsolidasi partai dan bagian dari tugas organisasi, kewajiban organisasi melaksanakan musyawarah wilayah. Musyawarah wilayah tidak hanya memilih pimpinan yang baru nanti dan membuat rencana kerja program tahun ke depan tetapi juga mengkoreksi 5 tahun yang yang telah berlalu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol DIY, Lilik Andi Aryanto menilai Muswil sebagai ruang strategis bagi pembaruan orientasi partai agar mampu membaca perubahan dan merespons aspirasi publik. Ia menekankan pentingnya political agility untuk menghadapi dinamika zaman dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Partai yang kuat bekerja layaknya platform performance, yang memediasi kebutuhan publik, menyediakan ruang konsultasi, dan memfasilitasi keputusan yang berdampak luas. Kekuatan organisasi politik juga terbukti meningkatkan stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik,” katanya.

Demokrasi yang tumbuh meningkatkan belanja sosial yang tepat dan dapat memberi dampak positif bagi kelompok rentan, hanya saja, tantangannya dunia politik membutuhkan disiplin strategi, bukan sekedar disiplin retorika.(prg,wur)