Yogyakarta, suarapasar.com — Imbauan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Mendasmen) agar siswa berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, khususnya bagi yang tinggal dekat, menuai perhatian dari kalangan orangtua. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah awal penghematan energi sekaligus upaya mengurangi polusi di tengah dampak konflik global di Timur Tengah.
Bagi Baharuddin Kamba selalu orangtua siswa kebijakan yang baru sebatas imbauan tersebut sebagai langkah positif, namun perlu diarahkan agar lebih strategis serta dimulai dari pejabat publik terlebih dahulu untuk memberikan contoh kepada masyarakat. Jangan masyarakat terus dijadikan percontohan atas kebijakan pemerintah.
Menurut Kamba, kebijakan tersebut memiliki nilai positif, terutama dalam mendorong pola hidup sehat, menekan polusi, serta menghemat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, ia menilai imbauan tersebut seharusnya menjadi pintu masuk bagi kebijakan yang lebih luas, seperti penguatan sistem transportasi umum di Kota Yogyakarta.
Ia juga menyoroti persoalan kemacetan yang kerap terjadi pada jam berangkat dan pulang sekolah yang berbarengan dengan aktivitas pekerja. Kondisi ini diperparah dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat, sementara kapasitas jalan terbatas.
Kamba menilai imbauan jalan kaki ataupun bersepeda ke sekolah terutama jarak dekat tersebut memiliki nilai positif terutama dalam menerapkan pola hidup sehat, mengurangi polusi serta menghemat penggunaan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sebagai solusi jangka panjang, Kamba mendorong transformasi menuju penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas. Ia juga menekankan pentingnya momentum penghematan energi ini untuk membangun budaya baru dalam penggunaan transportasi umum.
Selain itu, Kamba mendorong pejabat publik di DIY untuk menjadi pelopor penggunaan transportasi umum seperti Bus TransJogja. Ia menambahkan, penggunaan sepeda oleh pejabat juga dapat menjadi contoh positif, namun tidak boleh bersifat simbolis atau hanya sesaat.(prg,wur)








