Kulon Progo, suarapasar.com – Sebanyak 27 jemaah haji asal Kabupaten Kulon Progo yang tergabung dalam Kloter XXVI tiba kembali di tanah air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kepulangan para jemaah disambut penuh haru oleh keluarga di Masjid Agung Kulon Progo, Selasa (30/6/2026), sekaligus menandai berakhirnya rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026 bagi Kabupaten Kulon Progo.
Sebelum tiba di Kulon Progo, para jemaah terlebih dahulu mengikuti prosesi penyambutan di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya YIA melayani embarkasi dan debarkasi haji dengan konsep berbasis hotel, yang dinilai berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Triyono, S.IP., M.Si., mengatakan ibadah haji tidak hanya dimaknai sebagai selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga menjadi awal untuk mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji dalam kehidupan sehari-hari.
“Ibadah haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru sepulang dari Tanah Suci, nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, kepedulian, dan persaudaraan diharapkan semakin tumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Triyono, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap para jemaah dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing, baik dalam menjaga kerukunan umat beragama maupun berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan mabruroh, membawa keberkahan bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Kami juga berharap semangat pengabdian yang tumbuh selama berhaji dapat menjadi energi positif untuk bersama-sama membangun Kulon Progo,” katanya.
Triyono yang juga tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menilai keberhasilan penyelenggaraan embarkasi dan debarkasi melalui YIA menjadi modal penting untuk meningkatkan pelayanan pada musim haji mendatang.
Ia optimistis keberhasilan tersebut akan memperkuat posisi YIA sebagai embarkasi haji di masa depan, bahkan membuka peluang pelayanan bagi jemaah dari wilayah Jawa Tengah bagian selatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang lebih luas.
Salah seorang jemaah, Ngadiri (56), warga Kradenan, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, mengaku bersyukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji yang dijalaninya bersama sang istri, Nangsuri.
“Alhamdulillah, dari awal keberangkatan sampai pulang pelayanannya sangat baik. Kami merasa terbantu oleh petugas, transportasi lancar, penginapan nyaman, dan semua proses ibadah berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Selain menjalankan rangkaian ibadah, Ngadiri mengaku memperoleh pengalaman berharga karena dapat bertemu dan berinteraksi dengan umat Islam dari berbagai negara.
“Pengalaman yang paling berkesan adalah bisa bertemu muslim dari berbagai negara. Walaupun berbeda bahasa dan budaya, kami memiliki tujuan yang sama dalam beribadah. Itu menjadi pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya.
Kepulangan para jemaah haji tersebut menjadi penutup rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 bagi Kabupaten Kulon Progo. Pemerintah berharap para jemaah mampu membawa semangat kemabruran ke tengah masyarakat melalui sikap saling peduli, mempererat persaudaraan, serta berkontribusi dalam mewujudkan Kulon Progo yang religius, rukun, dan sejahtera.(prg,wur)








