Kulon Progo, suarapasar.com – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali mewarnai pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Kulon Progo. Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memfasilitasi penyaluran hewan kurban kepada 56 kelompok masyarakat dari berbagai donatur. Penyerahan hewan kurban dilaksanakan di halaman Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, Selasa (26/5/2026).
Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, menyampaikan bahwa penyaluran hewan kurban merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat. Menurutnya, para donatur telah menunjukkan jiwa berbagi dengan menyisihkan rezekinya, sementara pemerintah daerah hadir untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini merupakan wujud kegotongroyongan dan jiwa berkorban dari para donatur yang telah menyisihkan rezekinya. Pemerintah daerah memfasilitasi agar bantuan tersebut dapat sampai kepada masyarakat yang lebih berhak menerima. Nilai utama yang kita bangun adalah kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujar Agung.
Agung menjelaskan, meskipun jumlah hewan kurban yang diterima tahun ini mengalami penurunan, semangat berbagi masyarakat tetap patut diapresiasi. Ia menilai meningkatnya jumlah permohonan bantuan menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat sehingga nilai gotong royong perlu terus diperkuat.
Pada kesempatan tersebut, Agung juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam distribusi daging kurban. Menurutnya, penggunaan wadah ramah lingkungan seperti daun pisang maupun janur lebih baik karena mudah terurai dan lebih bersahabat bagi lingkungan.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kulon Progo, Ridwan Usman, menjelaskan bahwa proses penyaluran dilakukan secara selektif agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Tahun ini terdapat 73 pemohon. Kami melakukan klarifikasi langsung ke lapangan dan validasi bersama pemerintah kalurahan. Dari hasil verifikasi tersebut, sebanyak 56 lokasi merupakan kelompok masyarakat yang dinilai sangat membutuhkan,” jelas Ridwan.
Ridwan menambahkan, jumlah permohonan bantuan hewan kurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, jumlah hewan kurban yang didonasikan mengalami penurunan seiring kondisi ekonomi yang masih dirasakan sebagian pihak.
Adapun hewan kurban yang difasilitasi melalui Bagian Kesra Setda Kulon Progo terdiri atas 9 ekor sapi dan 15 ekor kambing yang berasal dari berbagai donatur, termasuk bantuan Presiden Republik Indonesia, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, pemerintah daerah, lembaga, dan perusahaan.
Bagi masyarakat penerima manfaat, bantuan hewan kurban ini bukan sekadar distribusi daging, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan di tengah tantangan ekonomi. Salah satu penerima manfaat, Takmir Mushola Al Iman Gunung Pentul, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Ngatiran, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima.
“Kami mengajukan permohonan karena memang belum ada hewan kurban sapi dari masyarakat. Alhamdulillah, bantuan ini bisa sedikit membantu masyarakat dan membuat warga dapat merayakan Iduladha bersama seperti daerah lain. Mudah-mudahan ini juga menjadi penyemangat agar ke depan masyarakat semakin mandiri dan dapat menyelenggarakan kurban sapi sendiri,” ujarnya.
Melalui semangat gotong royong yang terus terjaga, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap pelaksanaan kurban tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga mampu memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan kepedulian antarsesama, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.(prg,wur)








