Sleman (12/12/2025), suarapasar.com – KAGAMA Regional Leaders Forum (KRLF) 2025 dipandang sebagai ruang strategis untuk memperkuat konsolidasi moral, intelektual, dan kepemimpinan kebangsaan. Forum yang digelar di Balai Senat UGM pada Jumat (12/12) ini dibuka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya mengandalkan kecakapan teknis, tetapi juga kebijaksanaan batin dan kepekaan moral.
Sri Sultan menyatakan bahwa forum ini relevan dengan situasi bangsa yang tengah menghadapi pengetatan fiskal, fragmentasi sosial, disrupsi geopolitik, dan tekanan ekologis. Dalam kondisi ini, para alumni UGM yang memegang amanah kepemimpinan di berbagai sektor dinilai memiliki peran strategis.
“Mulai dari kondisi pengetatan fiskal, fragmentasi sosial, disrupsi geopolitik, serta tekanan ekologis yang kian nyata. Dalam konteks hari ini, peran para alumni UGM, terutama yang kini mengemban amanah kepemimpinan, baik di daerah, lembaga publik, dan komunitas strategis, menjadi semakin penting dan menentukan,” ungkap Sri Sultan.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan yang matang membutuhkan kemampuan membaca tanda zaman, mendengarkan isyarat, serta menimbang keputusan dengan kesadaran etik. Pemimpin, menurutnya, harus bertumpu pada dua landasan utama: kontrak sosial dan etos peradaban.
“Dalam membaca ulang perjalanan bangsa, saya melihat, bahwa tantangan hari ini tidak dapat dijawab hanya dengan kecakapan teknis dan administrasi. Pemimpin juga harus mampu menjaga integritas moral, merawat kepercayaan, menata dialog, dan mempersatukan kepentingan,” paparnya.
Sri Sultan menekankan perlunya kepemimpinan yang transenden sekaligus operasional, yakni pemimpin yang mampu menerjemahkan visi jangka panjang dalam kebijakan terukur, konsisten pada nilai, dan tetap membuka ruang inovasi.
“Pemimpin seperti inilah yang akan menuntun bangsa keluar dari paradoks sejarahnya, dan membawa transformasi menuju peradaban yang lebih adil, unggul, dan berkelanjutan. Saya meyakini, KAGAMA memiliki modal sosial dan intelektual yang sangat besar, untuk menjadi simpul solusi kebangsaan,” imbuhnya.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan bahwa KRLF 2025 bertujuan memperkuat kapasitas jejaring KAGAMA lintas sektor agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Tagline KAGAMA, “guyub, rukun, migunani”, disebutnya menjadi spirit utama forum ini.
“Peran aktif KAGAMA sebagai katalisator yang menjembatani antara pengetahuan dan implementasi kebijakan di tataran teknis tentu harus terus ditingkatkan,” ungkap Ova.
Ketua Umum PP KAGAMA, Dr. Ir. Basuki Hadimuljono, M.Sc., menambahkan bahwa forum ini relevan di tengah bencana alam dan pembatasan fiskal yang menguji kapasitas para pemimpin dalam menghasilkan kebijakan tepat dan inovatif. Forum ini juga menjadi wadah untuk mengoordinasikan berbagai kontribusi yang ingin diberikan para peserta.
“Dalam diskusi nanti pastinya banyak pemimpin yang mempunyai praktik baik maupun pengalaman, sehingga tentu akan keluar beragam inovasi dan kreativitas,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut diserahkan pula apresiasi KRLF 2025 kepada 15 kepala daerah lulusan UGM. Penghargaan ini diharapkan memperkuat semangat kepemimpinan kerakyatan yang menginspirasi pembangunan di masa mendatang.(prg,wur)







