MGMP PAI SMA Kulon Progo Gandeng Juleha, Guru Diedukasi Penyembelihan Halal

Kulon Progo, suarapasar.com – MGMP PAI SMA Kabupaten Kulon Progo kembali menggelar pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali. Pada kegiatan kali ini, MGMP PAI SMA Kabupaten Kulon Progo menghadirkan edukasi penyembelihan halal sesuai syariat Islam bekerja sama dengan tenaga profesional Juru Sembelih Halal (Juleha). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang SMAN 1 Wates, Rabu (13/5/2026).

Ketua MGMP PAI SMA Kabupaten Kulon Progo, Imam Choiril Muttaqin, S.Pd.I., M.Pd., berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh guru PAI SMA, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun lingkungan sekolah terkait tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar sesuai syariat Islam.

Pengawas PAI Kabupaten Kulon Progo, Drs. H. Ahmad Janadi, M.Si., juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai inovatif dan menarik tersebut. Menurutnya, guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran besar dan dituntut terus meningkatkan kompetensinya.

“GPAI agar senantiasa memelihara niat yang tulus dan ikhlas dalam menjalankan segala amanah. Dengan semangat ini segalanya akan mendapatkan pertolongan dan kemudahan,” ujarnya.

Kepala SMAN 1 Wates, Titik Sunarti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih karena sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Ia juga berpesan agar guru PAI terus mengembangkan diri dan menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Sebab guru PAI menjadi ujung tombak pendidikan akhlak, khususnya bagi para murid dan warga sekolah,” tuturnya.

Pemateri dari Juleha, Ir. Putut Proboseto Agung Nugroho dan Agung Wiratmo Yuliardi menyampaikan sejumlah poin penting terkait standar penyembelihan halal. Mereka menjelaskan bahwa penyembelihan hewan kurban harus mengacu pada SKKNI dengan memperhatikan standar halal dan profesionalisme penyembelih yang telah diperkuat melalui regulasi pemerintah.

Ada tiga persyaratan standar penyembelihan yang baik. Yakni halal, Thayyib, dan Rohim/Ihsan/kesejahteraan hewan dijelaskan dengan sangat gamblang. Sehingga menguatkan keilmuan semua peserta. Di sela-sela penyampaian pemateri dilakukan diskusi dari peserta yang hadir dan terangkat beberapa permasalahan di lapangan rata-rata terkait unsur thayyib (hygiene proses dan personil yang menangani). Untuk daging terdapat prinsip Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan kembali digelar secara lebih intensif dengan melibatkan lebih banyak guru agama Islam di Kulon Progo.(prg,wur)

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat