Yogyakarta, 28 Juli 2025, suarapasar.com – Sebanyak 4.395 karya puisi dari 1.465 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti Sayembara Puisi dalam rangka Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2025. Gelaran tahunan yang telah memasuki tahun ke-5 ini akan berlangsung mulai 30 Juli hingga 4 Agustus 2025 di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), mengusung tema Rampak, yang bermakna serempak, setara, dan harmonis.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyampaikan bahwa FSY bukan sekadar perayaan literasi, tetapi juga wujud kekayaan ekspresi sastra yang berakar kuat di masyarakat Yogyakarta. Tahun ini, FSY menjadi bagian dari pra-event Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Rakernas JKPI) XI 2025.
“Sejak 2021, FSY selalu hadir dengan tema yang mencerminkan dinamika kesusastraan Indonesia. Festival ini bersifat kolaboratif dan melibatkan berbagai komunitas serta tokoh sastra seperti Ramayda Akmal, Fairuzul Mumtaz, dan Paksi Raras Alit,” jelas Yetti dalam jumpa pers di Hotel 101 Pakualaman.
Fairuzul Mumtaz, Ketua Komunitas Suku Sastra sekaligus kurator FSY 2025, mengungkapkan bahwa lebih dari 60 sastrawan seperti Saut Situmorang, Dewi Lestari, dan Mahfud Ikhwan akan berpartisipasi dalam lebih dari 30 program. Festival ini juga melibatkan 75 penerbit yang tergabung dalam IKAPI DIY serta 50 komunitas sastra.
Agenda utama FSY meliputi Pasar Sastra, Sayembara Puisi, Susur Galur, Panggung Teras, dan berbagai pertunjukan lintas medium dalam acara pembukaan dan penutupan. Lewat Susur Galur, festival juga akan membahas jejak komunitas sastra Yogyakarta, proses kreatif hingga publikasi, serta tantangan regenerasi sastrawan masa depan.
“Festival ini juga memberi ruang lahirnya penulis baru. Beberapa peserta bahkan ikut pitching naskah novel ke Bentang Pustaka untuk kemungkinan diterbitkan. Ke depan, kami berharap lebih banyak penerbit ikut berkolaborasi,” tutup Fairuz.(prg,wur)








