Yogyakarta (26/03/2026), suarapasar.com – Puncak peringatan Hari Jadi ke-271 DIY akan diwarnai konsep silaturahmi Idulfitri yang lebih sederhana dan membumi dengan menghadirkan sekitar 70 gerobak angkringan dan pelaku UMKM di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (30/03).
Berbeda dari tahun sebelumnya yang menggunakan konsep prasmanan, tahun ini Pemda DIY mengusung pendekatan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan pelaku usaha kecil untuk menyajikan beragam kuliner khas, mulai dari nasi kucing, gorengan, soto, hingga jenang dan produk UMKM lainnya.
“Kami ingin momentum silaturahmi ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lapis bawah. Pelibatan pelaku usaha kecil ini mencerminkan semangat guyub rukun sekaligus menghidupkan UMKM kuliner kita,” ungkap Siwi saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (26/03).
Kegiatan ini juga menjadi bentuk integrasi antara agenda silaturahmi Idulfitri dan peringatan Hari Jadi DIY, sejalan dengan kebijakan efisiensi kegiatan dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah berharap perputaran ekonomi dapat langsung dirasakan masyarakat melalui keterlibatan UMKM.
“Kami ingin memastikan perputaran ekonomi langsung dirasakan masyarakat. Ini sekaligus menonjolkan kearifan lokal Yogyakarta yang guyub rukun serta memberikan kenyamanan bagi warga yang hadir sesuai kapasitas yang tersedia,” tambah Siwi.
Pranata Humas Ahli Madya Diskominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung konsep Silaturahmi Idulfitri, bukan open house, dan menjadi momen spesial setelah tahun sebelumnya sempat ditiadakan.
“Tahun 2026 ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, sekaligus merayakan Hari Jadi DIY ke-271 yang puncaknya pada 13 Maret lalu jatuh pada suasana Ramadan. Jadi, kita rangkai menjadi satu kesatuan dalam semangat kesederhanaan,” jelas Ditya.
Untuk menjaga ketertiban, masyarakat diminta mengenakan pakaian sopan, tidak menggunakan sandal jepit, serta tidak melakukan swafoto saat bersalaman dengan pimpinan daerah. Dokumentasi akan difasilitasi oleh tim resmi Pemda DIY.
“Kami dari Humas Pemda DIY akan menyediakan tim fotografer di lokasi. Masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan momen, karena kami menyediakan link download foto yang bisa diakses secara bebas setelah acara,” ungkapnya.
Pemda DIY juga memastikan akses inklusif bagi penyandang disabilitas dengan jalur khusus serta prioritas layanan. Kegiatan akan berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dengan pengaturan alur pengunjung yang lebih ketat untuk mengantisipasi tingginya antusiasme masyarakat.
Area Bangsal Kepatihan akan difokuskan untuk prosesi jabat tangan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hemas, serta Sri Paduka Paku Alam X dan Gusti Putri. Sementara area kuliner ditempatkan di luar bangsal guna mengurai kepadatan dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung.(prg,wur)







