Gerakan Kulon Progo Mengaji Gencar, Pelajar Temon Dibekali Metode Tsaqifa

Kulon Progo, suarapasar.com – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kapanewon Temon bersama Tim Gerakan Kulon Progo Mengaji (GKM) menggelar kegiatan Lesson Study penerapan metode Tsaqifa. Kegiatan yang mengusung tema Membumikan dan Memberantas Buta Baca Huruf Alqur’an ini berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat (19–23/1/2026), bertempat di Aula SD Negeri 3 Glagah, Temon, Kulon Progo.

Kegiatan tersebut diikuti guru PAI SD se-Kapanewon Temon serta pelajar perwakilan dari masing-masing sekolah. Turut hadir dalam kegiatan ini Pengawas Kankemenag Kulon Progo Drs. Tukidi, M.S.I., Pengawas SD Sumiarsih, S.Pd., M.Pd., Ketua KKKS SD Nurul Utami, M.Pd., serta narasumber Mokhamad Sohin, S.Pd., M.Pd.

Pengawas Kankemenag Kulon Progo, Tukidi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi amal ibadah. “Semoga apa yang kita laksanakan ini membawa kebaikan, menjadi amal ibadah, serta mendapat rida dan berkah dari Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Mokhamad Sohin mengajak seluruh siswa, guru, dan kepala sekolah untuk membiasakan membaca Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Harapan saya, mari bersama-sama kita bertekad menjadikan membaca Alqur’an sebagai suatu kebiasaan. Sehingga tiada hari tanpa membaca dan belajar Alqur’an,” tuturnya.

Sohin menambahkan, kunci keberhasilan Gerakan Kulon Progo Mengaji terletak pada konsistensi dan keistikamahan. Menurutnya, gerakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Alqur’an, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berakhlak mulia. “Jika kita terus istikamah tanpa henti, Insya Allah bumi Kulon Progo akan diberkahi dengan hadirnya generasi Qur’ani yang unggul,” tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan Basyorudin, salah satu Guru PAI SD di Kapanewon Temon. Ia menyampaikan terima kasih atas adanya Gerakan Kulon Progo Mengaji yang dinilainya relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kegiatan mengaji tidak hanya sebagai bagian pembelajaran, tetapi juga menjadi benteng moral bagi siswa. “Dengan kegiatan ini diharapkan tercipta keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual,” ungkapnya.

Penyelenggaraan kegiatan Lesson Study ini menegaskan komitmen Kabupaten Kulon Progo dalam membangun generasi penerus yang mencintai serta mengamalkan nilai-nilai Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari.(prg,wur)