Pengawas Kankemenag Kulon Progo Resmikan Lesson Study KKG PAI Temon di SDN 3 Glagah

Kulon Progo, suarapasar.com – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kapanewon Temon menggelar pembukaan kegiatan Lesson Study yang dipusatkan di SDN 3 Glagah, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se-Kapanewon Temon bersama siswa peserta Lesson Study sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Acara pembukaan dihadiri Pengawas PAI Kankemenag Kulon Progo, Drs. Tukidi, M.S.I., Pengawas SD Kapanewon Temon Sumiarsih, S.Pd., M.Pd., Ketua KKKS SD Temon Nurul Utami, M.Pd., serta narasumber Lesson Study Mokhamad Sohin, S.Pd., M.Pd. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi wujud dukungan terhadap peningkatan mutu pembelajaran melalui Gerakan Kulon Progo Mengaji (GKM).

Pengawas Kankemenag Kulon Progo, Drs. Tukidi, M.S.I. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya kegiatan Gerakan Kulon Progo Mengaji (GKM) ini. Ia menyambut baik inisiatif para guru karena kegiatan ini tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar terimplementasi.
“Saya mengapresiasi GKM ini bukan hanya rencana tetapi bisa terlaksana. Semula kegiatan semacam ini hanya berjalan di jenjang SMP saja. Namun sekarang sudah merambah sampai ke SD dan SMA,” ujar Tukidi.

Lebih lanjut, Tukidi mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersinergi dalam gerakan pemberantasan buta aksara Alqur’an di Kulon Progo yang melibatkan sekolah dan masyarakat. Menurutnya, kemampuan membaca Alqur’an tidak hanya berdampak pada peningkatan spiritualitas, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi para pendidik yang mengajarkannya.

“Harapannya dengan bisa membaca Alqur’an, derajat kita bisa diangkat lebih tinggi oleh Allah SWT. Selain itu, bagi guru yang mengajarkan akan mendapatkan pahala jariyah dan kelak mendapatkan syafaat Alqur’an,” tambahnya.

Tukidi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara GPAI, guru kelas, dan kepala sekolah dalam memantau aktivitas pembacaan Alqur’an, sekaligus mendorong adanya tindak lanjut program setelah Lesson Study selesai.

“Harapan dari GKM bisa menindaklanjuti setelah tuntas atau selesai, paling tidak diadakan kegiatan khataman Al-Qur’an,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara satuan pendidikan dan masyarakat dalam upaya memberantas buta aksara Alqur’an di Kulon Progo. Program ini ditargetkan tidak hanya berhenti pada proses pembelajaran semata. Tetapi dapat berkelanjutan hingga tahap khataman sebagai wujud nyata keberhasilan pembinaan karakter dan peningkatan spiritualitas siswa.(prg,wur)