HUT ke-271 DIY, Eko Suwanto Ungkap 7 PR Besar Pemda dari Bencana hingga Kemiskinan

Yogyakarta, suarapasar.com — Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus menyoroti sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar yang perlu segera dituntaskan oleh pemerintah daerah.

“Selamat hari jadi ke-271 tahun, tentu ada harapan mudah- mudahan seluruh rakyat Jogja bahagia, dan selamat menjalani puasa Ramadhan dan menyambut Idul Fitri 1447 H,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, Jumat, 13/3/2026.

Dalam momentum tersebut, Eko menekankan pentingnya refleksi terhadap berbagai persoalan strategis daerah yang masih menjadi tantangan, mulai dari mitigasi bencana, kemiskinan, ketimpangan (gini ratio), pengangguran, alih fungsi lahan, kualitas lingkungan, hingga keterbatasan fiskal daerah.

“Kita di DIY ini menikmati keindahan pantai di pesisir selatan dan Merapi di utara. Ini anugerah. Bagaimana memastikan mitigasi bencana hadapi potensi megathrust gempa juga tsunami di sesar yang dimiliki. Di Merapi, kondisi siaga 3 hadapi ancaman luncuran awan panas dan ancaman bencana hidrometeorologi, bagaimana membuat masyarakat tangguh bencana ini yang penting,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan lingkungan seperti kualitas udara dan air di kawasan perkotaan serta pengelolaan sampah yang dinilai perlu ditangani lebih serius, termasuk melalui pemilahan sejak tingkat rumah tangga.

“Ada alih fungsi lahan per tahun mencapai 200 hektar/tahun ke non pertanian. Ilustrasi saja di Yogyakarta kini hanya tersisa 34 hektare lahan pertanian dari 3281 hektar luas wilayah kota,” kata Eko Suwanto, lulusan Magister Ekonomi Pembangunan UGM ini.

Eko juga mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di DIY masih berada di kisaran 10,23 persen, disertai masalah kesenjangan ekonomi dan pengangguran yang belum sepenuhnya teratasi.

Ia menegaskan bahwa Pemda DIY bersama DPRD memiliki komitmen kuat untuk menuntaskan persoalan tersebut, meskipun dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dari pemerintah pusat.

“Bagaimana seluruh program pembangunan berjalan baik? Di saat yang sama datang tsunami fiskal dari Jakarta. Alokasi dana keistimewaan turun Rp 581 miliar dari sebelumnya Rp 1,581 T,. Secara keseluruhan APBD DIY tahun 2026 turun senilai Rp 753 miliar,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Eko mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan alternatif, termasuk dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta pemanfaatan aset daerah.

Ia juga mencontohkan praktik baik pemanfaatan CSR dan Baznas dalam program bedah rumah yang dilakukan di Kota Yogyakarta sebagai solusi inovatif di tengah keterbatasan fiskal.

“Ada contoh bagus, Walikota Hasto Wardoyo, Walikota Yogyakarta yang lakukan bedah rumah sekitar 3 rumah per minggu gunakan skema dana CSR dan Baznas.”

“Kita juga dorong pemda DIY optimasi aset guna menutup pengurangan anggaran dana desa yang berkurang sampai 74 persen. Ini judulnya sudah jatuh ketimpa tangga,” kata Eko Suwanto.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Eko tetap optimistis bahwa dengan semangat Hari Jadi ke-271 DIY, seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama menuntaskan berbagai persoalan yang ada.

“Lahir dari optimistisme, maka tidak ada kata lain yaitu komitmen membantu rakyat kita dukung sepenuhnya pemda dalam alokasi tuntaskan pekerjaan rumah. Apresiasi juga, dengan adanya kebijakan pajak PBB tidak naik dan penghapusan denda 5 tahun terakhir, ini bermanfaat bagi rakyat. Selain ini, kita juga mendorong APBD DIY lebih banyak dialokasikan untuk Kelurahan dan Kalurahan, selain BKK ke Kabupaten dan Kota. Tahun 2026, kita alokasikan 120 juta per kelurahan dan kelurahan se DIY,” kata Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta ini.(prg,wur)