Gunungkidul Surplus Hewan Kurban, Siap Pasok Kebutuhan DIY dan Luar Daerah

Gunungkidul (07/05/2026), suarapasar.com – Kabupaten Gunungkidul dipastikan mengalami surplus hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Ketersediaan sapi dan kambing di wilayah tersebut bahkan melebihi kebutuhan lokal sehingga siap memasok kebutuhan hewan kurban ke daerah lain di DIY maupun luar DIY.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan hal tersebut usai melakukan pemantauan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY di Pasar Hewan Siyono, Kamis (07/05).

“Pantauan hari ini juga untuk memastikan jumlah hewan ternak yang siap menjadi hewan kurban. Dan alhamdulillah Gunungkidul surplus. Untuk sapi yang memenuhi syarat kurban, kami ada 11.000 ekor dari kebutuhan sekitar 4.500 ekor saja. Sedangkan untuk kambing, kebutuhan kami di kisaran 16.000 ekor, namun kami siap 26.000 ekor,” ungkap Endah.

Selain memastikan ketersediaan stok, pemantauan juga dilakukan untuk mengawasi pergerakan harga hewan kurban menjelang Iduladha. Endah mengatakan, harga ternak mulai mengalami kenaikan meski masih tergolong stabil.

“Untuk harga sudah ada pergerakan. Untuk di pasar hewan ini, masih ada tiga kali pasaran lagi, jadi harganya tidak dapat diprediksi. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi kenaikan semakin dekat Iduladha, atau justru bisa lebih murah semakin mepet hari H. Tapi mudah-mudahan harganya stabil, sehingga tidak menjadi penyumbang inflasi di DIY maupun Gunungkidul,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga memperkuat pengawasan kesehatan hewan ternak melalui edukasi kepada kelompok peternak dan kerja sama dengan akademisi.

Menurut Endah, Pemkab Gunungkidul baru saja menggelar sarasehan peternakan bersama ahli dari Universitas Gadjah Mada untuk memberikan edukasi kepada sekitar 300 ketua kelompok tani berbasis kalurahan mengenai nutrisi ternak menjelang Iduladha.

“Nutrisi ini agar bisa membuat ternak lebih sehat. Kegiatan ini dilakukan di luar pemeriksaan dokter hewan. Dan kami juga sudah kerja sama dengan Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan UGM untuk mendampingi saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Gunungkidul seperti tahun lalu. Ada sekitar 100 dokter hewan yang nanti akan kami terjunkan,” paparnya.

Pasar Hewan Siyono sendiri menjadi pusat perdagangan sapi terbesar di Gunungkidul dan beroperasi setiap pasaran Wage. Menjelang Iduladha, sekitar 700 ekor sapi dan 700 ekor kambing diperdagangkan di pasar tersebut.

Harga sapi hidup saat ini berkisar Rp45 ribu per kilogram, sementara kambing dijual sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor. Selain Pasar Hewan Siyono, transaksi hewan kurban juga berlangsung di Pasar Hewan Semanu.

“Kepada seluruh warga masyarakat DIY ataupun di luar DIY, kami menyarankan untuk bisa berbelanja hewan kurban ke Gunungkidul, baik sapi ataupun kambing. Insya Allah kondisi hewan ternak di Gunungkidul sudah dalam pemeriksaan, ternak kami jamin dalam keadaan sehat dan selalu divaksin,” imbuh Endah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyatakan Gunungkidul siap mendukung daerah lain apabila terjadi kekurangan stok hewan kurban.

“Sudah kita lihat sendiri, Gunungkidul surplus baik untuk kambing maupun sapi. Dan ini tentu hal yang baik untuk bisa menjaga agar harga tidak terlalu melonjak,” katanya.

Usai melakukan pemantauan di Pasar Hewan Siyono, TPID DIY juga mengunjungi peternakan domba Ayodya Farm. Pengelola Ayodya Farm, Arif Junaidi Arsono, mengatakan pihaknya fokus pada pembibitan domba impor namun tetap melayani kebutuhan kurban.

“Saat ini, domba untuk kurban kami sudah habis. Tahun ini kami sudah menjual sekitar 200 domba untuk kurban,” ujarnya.

Arif menambahkan, harga domba di peternakannya dipatok sekitar Rp100 ribu per kilogram dengan bobot rata-rata 35 hingga 40 kilogram per ekor.(prg,wur)