Kulon Progo, suarapasar.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kulon Progo resmi ditutup setelah seluruh target kegiatan tercapai 100 persen. Program yang berlangsung selama 30 hari sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026 tersebut dilaksanakan di Padukuhan Salam, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo.
Upacara penutupan digelar di Lapangan Salamrejo pada Rabu (11/3/2026) dengan Inspektur Upacara Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P. Penutupan ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima hasil program dari Kodim 0731/Kulon Progo kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo serta penyerahan kembali peralatan kerja secara simbolis.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan yang dibacakan Kapten Inf Nadiya disampaikan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Kulon Progo berhasil diselesaikan sesuai rencana.
“Operasi ini melibatkan 70 personel gabungan yang terdiri dari TNI/Polri sebanyak 30 personel, relawan 10 orang, serta masyarakat dan aparat pemerintah sebanyak 30 orang. Total anggaran yang digunakan sebesar Rp315.450.000 yang bersumber dari APBD Provinsi DIY Rp75 juta, APBD Kabupaten Kulon Progo Rp182,5 juta, APBKal Rp20 juta, serta swadaya masyarakat sebesar Rp37,95 juta,” jelasnya.
Seluruh sasaran fisik dan nonfisik berhasil diselesaikan secara penuh. Sasaran fisik meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 487 meter dengan lebar 3 meter, pembangunan talud sepanjang 229 meter, serta renovasi berupa pengecatan Masjid Al ‘Alim dan satu unit pos ronda.
Selain kegiatan fisik, TMMD juga melaksanakan sejumlah kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi wawasan kebangsaan, penanggulangan bencana, serta edukasi kesehatan seperti pencegahan stunting dan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC).
Membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma menyampaikan bahwa program TMMD mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, yang menekankan pentingnya pembangunan desa sebagai fondasi pembangunan nasional.
Menurut Pangdam, pembangunan dari desa merupakan strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Program TMMD menjadi bentuk kerja sama terpadu antara TNI, kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, serta Polri dalam mempercepat pembangunan di wilayah.
Pangdam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah, jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah, serta seluruh unsur TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, pemuda, pelajar, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan TMMD.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial seperti pelayanan pembuatan akta kelahiran, operasi bibir sumbing, pemberian kaki palsu bagi penyandang disabilitas, pembagian kacamata baca, pengobatan gratis, donor darah, hingga kegiatan dapur umum untuk masyarakat.
Kegiatan TMMD juga diisi dengan berbagai penyuluhan seperti wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, bahaya narkoba, Undang-Undang ITE, Undang-undang lalu lintas, pengolahan limbah, pencegahan stunting, ketahanan pangan, serta budidaya tanaman obat tradisional dengan menghadirkan narasumber dari instansi terkait.
Selain itu, terdapat pula program unggulan TNI AD seperti pembangunan instalasi air bersih melalui program TNI AD Manunggal Air, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jambanisasi, pembersihan lingkungan, perluasan lahan tanaman pangan, serta kegiatan reboisasi.
Usai upacara, Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko bersama jajaran Forkopimda, OPD terkait, Panewu Sentolo, Lurah Salamrejo, serta masyarakat setempat meninjau langsung hasil pembangunan di Padukuhan Salam.
“Alhamdulillah, pembangunan rabat beton dan bangket jalan telah selesai 100 persen. Harapannya dapat dimanfaatkan seterusnya untuk kelancaran transportasi masyarakat, membawa berkah, dan mempermudah aktivitas sehari-hari,” ujar Dandim.
Amir Santoso, warga setempat, menyatakan rasa syukur atas terwujudnya akses jalan yang kini lebih layak digunakan masyarakat.
“Awalnya jalan ini tidak terawat. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten dan TNI. Kekompakan warga dalam bergotong royong dan penyediaan logistik selama ini akhirnya terbayar dengan hasil yang luar biasa,” ujarnya.(prg,wur)








