Kulon Progo, suarapasar.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Polres Kulon Progo dan Kodim 0731 Kulon Progo menggelar pasar murah serentak yang dipusatkan di Halaman Kantor Kapanewon Wates, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pantauan di lokasi menunjukkan kolaborasi antarinstansi tersebut diwujudkan melalui berbagai stan sembako yang berdiri berdampingan. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo membuka stan operasi pasar di samping stan pasar murah yang diselenggarakan Kodim 0731 Kulon Progo.
Di lokasi yang sama, Polres Kulon Progo juga mendirikan stan yang menjadi bagian dari Gerakan Pangan Murah Polri Serentak 2026. Kegiatan tersebut diketahui digelar secara serentak di berbagai Polda dan Polres di seluruh Indonesia dengan dukungan TNI pada tanggal yang sama.
Adapun komoditas yang disediakan di tiga stan tersebut meliputi bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, gula pasir, hingga telur ayam dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aparat keamanan dalam menjaga ketahanan pangan daerah, khususnya melalui Gerakan Pangan Murah Polri Serentak 2026.
“Hari ini Kami melihat secara langsung bahwa ini adalah wujud nyata dari Polri menyelenggarakan pasar murah,” ujarnya.
“Langkah Kami akan bersinergi bersama, yang tentunya kepentingan kami bersama ini adalah untuk kepentingan masyarakat,” imbuh Ambar.
Kapolres Kulon Progo, AKBP Ridho Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan hasil kolaborasi antara Polri, Bulog, serta Pemerintah Daerah Kulon Progo guna memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
“Ya, kegiatan hari ini Kita melaksanakan pasar murah serentak ke seluruh Indonesia, bekerja sama juga dengan Bulog dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo. Yang disediakan mulai dari beras, minyak, intinya kebutuhan pokok masyarakat itu ada semua, Kita siapkan dan alhamdulillah semuanya sudah Kita lihat sendiri, masyarakat sudah bergabung, dan sudah merasakan apa yang Kita telah lakukan,” jelasnya.
Ridho menambahkan bahwa kegiatan ini digelar menjelang Idulfitri karena biasanya terjadi peningkatan kebutuhan bahan pokok masyarakat yang berpotensi memicu kenaikan harga.
“Tujuan untuk kegiatan ini tentunya dalam rangka bulan suci Ramadan menjelang nanti Kita lebaran, tentunya ini akan terjadi peningkatan-peningkatan kebutuhan dari masyarakat, dari Kita intinya untuk meringankan beban dari masyarakat supaya bisa mendapatkan semua sembako termasuk semua apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan harga yang di bawah,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan masyarakat Kulon Progo dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sehingga daya beli tetap terjaga selama Ramadan hingga Lebaran 2026.(prg,wur)







