Yogyakarta, 17 Desember 2025, suarapasar.com — Wakil Ketua DPRD DIY Umarudin Masdar melakukan kunjungan silaturahmi ke Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta di Gedung PWM DIY, Jalan Gedongkuning, Yogyakarta, Rabu (17/12/2025). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua PWM DIY, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kebersamaan antar-lembaga.
Dalam pertemuan yang berlangsung santai tersebut, Umarudin Masdar menyebut diskusi ringan justru berkembang menjadi pembahasan sejumlah isu strategis yang dihadapi Yogyakarta. Beberapa persoalan penting mengemuka, mulai dari penguatan kerukunan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, hingga penanganan sampah yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.
” Kami ngobrol santai dan diskusi ringan saja. Tapi tak terasa ada 4 empat topik yang kami diskusikan mengalir santai. Pertama, soal kerukunan. Saya dan doktor Ikhwan sepakat bahwa semua pihak harus harus terus menjaga komitmen untuk membangun kerukunan dan harmoni yang produktif. Perbedaan yang ada tidak perlu dibesar-besarkan. Kepentingan umat dan masyarakat harus diprioritaskan,” tandas Umarudin Masdar usai pertemuan di PWM DIY, Rabu ( 17/12/2025).
Topik kedua yang dibahas adalah penguatan Yogyakarta sebagai pusat pendidikan unggulan. Umarudin menilai seluruh elemen masyarakat perlu berpartisipasi aktif agar Yogyakarta tetap menjadi pusat pendidikan yang nyaman, berkarakter, dan membanggakan.
” Semua pihak harus berpartisipasi untuk mewujudkan Sektor pendidikan menjadi kebanggaan dan keunggulan Yogyakarta,” ujarnya.
Selanjutnya, diskusi juga menyinggung pentingnya pemberdayaan perempuan dalam pembangunan daerah. Umarudin menekankan keterlibatan perempuan perlu dimaksimalkan, khususnya dalam penanganan persoalan kemiskinan dan stunting agar program pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.
” Misalnya soal penanganan masalah kemiskinan dan stunting, keterlibatan perempuan harus nyata dan dimaksimalkan agar program pemerintah berjalan tepat sasaran, terukur dan berhasil,” katanya.
Isu keempat yang dinilai sangat krusial adalah persoalan sampah di Yogyakarta. Umarudin menegaskan perlunya kolaborasi aktif antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan solusi berkelanjutan.
” Dalam penanganan masalah sampah ini, Semua pihak seperti ormas dan tokoh agama, bersama pemerintah dan pihak terkait harus memberikan solusi dan aksi nyata untuk menangani masalah sampah secara berkelanjutan dan menyeluruh. Selain itu harus ada kolaborasi dari banyak pihak maka masalah sampah akan bisa tuntas,” tegas Umarudin.
Menurutnya, sebagai umat beragama dan warga bangsa, seluruh elemen masyarakat sejatinya memiliki visi dan tujuan luhur yang sama untuk kemaslahatan bersama.
” Visi dan tujuan luhur ini harus kita rawat, harus kita jaga. Karena kita adalah saudara,” pungkas Umarudin Masdar.(prg,wur)







