Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri memberikan apresiasi kepada Pemkab Kulon Progo atas penguatan siskamling yang dijalankan secara swadaya. Dirjen Bangda, Restuardy Daud, menilai sistem ini bukan hanya menjaga keamanan, melainkan juga memperkuat interaksi sosial.
“Ini bukan hal baru, sudah menjadi budaya kita sejak lama. Di beberapa tempat memang sudah mulai memudar, maka sekarang saatnya kita aktifkan kembali. Untuk Kulon Progo, kami sangat mengapresiasi karena bahkan sudah ada perlombaan siskamling antarwilayah,” ujarnya saat kunjungan kerja.
Ia menekankan siskamling dapat menjadi ruang diskusi informal dan wadah aspirasi warga. Bahkan, pendekatan lokal seperti sistem jimpitan di DIY menjadi bukti bahwa keamanan bisa dikelola mandiri lewat gotong royong.
“Kami melihat di DIY ini pemahaman masyarakat soal keamanan sangat baik. Misalnya di Sleman, ada pembagian waktu jaga, di bawah jam 10 malam dijaga oleh warga, dan setelahnya oleh komunitas Jaga Warga. Itu semua terintegrasi,” tambahnya.
Restuardy juga menilai stabilitas sosial ekonomi DIY, mulai dari terkendalinya inflasi hingga lancarnya aktivitas pariwisata, menjadi indikator keberhasilan. Ia menegaskan siskamling berbasis swadaya tak memerlukan insentif finansial. “Siskamling adalah bentuk swadaya masyarakat. Tidak harus ada insentif. Ini budaya yang sudah terbentuk. Yang penting, mari kita jaga dan tingkatkan lagi,” tutupnya.(prg,wur)








