PMI DIY Siagakan 31 Pos dan 1.022 Personel untuk Layanan Mudik Lebaran 2026

Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) menyiapkan 31 titik Pos Pelayanan Pertolongan Pertama dan ambulans guna mendukung pelayanan kemanusiaan selama arus mudik Lebaran 2026. Sebanyak 1.022 personel, 20 ambulans, 3 mobil jenazah, serta 6 ambulans motor (first responder) disiagakan untuk membantu masyarakat di wilayah DIY.

Dewan kehormatan, Ketua PMI DIY dan jajaran Pengurus PMI DIY, serta beberapa instansi mitra akan melakukan monitoring pos pelayanan ambulans dan pertolongan pertama pada 17 dan 18 Maret 2026 di sejumlah titik strategis, mulai dari Terminal Giwangan hingga wilayah Gunungkidul, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.

“Kami menyiagakan personel PMI berlatar belakang medis seperti dokter, perawat, bidan, juga relawan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama yang akan membantu melayani masyarakat yang akan merayakan lebaran di DIY. Mereka akan bertugas 24 jam dalam 3 sif perhari selama 10 hari pada 16 Maret 2026 sampai dengan 26 Maret 2026 di tempat-tempat keramaian, jalur masuk dan keluar DIY dan masing-masing Markas PMI Kabupaten dan Kota,” tutur GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi., Ketua PMI DIY.

PMI DIY juga mengoperasikan berbagai jenis ambulans, termasuk ambulans transport, kegawatdaruratan, dan ambulans motor yang dinilai efektif untuk penanganan cepat di kondisi lalu lintas padat. Selain itu, PMI tetap menyiagakan armada untuk menghadapi potensi bencana lain seperti kebakaran dan bencana alam.

PMI DIY membuka satu Pos di Markas PMI DIY, Gamping, Sleman melibatkan Klinik Kesehatan PMI DIY, Universitas Achmad Yani (Unjaya), Poltekes Kemenkes Yogyakarta dan bersiaga di Garebeg Syawal Kraton Yogyakarta pada 20 Maret 2026 bersama PMI Kota Yogyakarta. Posko PMI DIY memberikan pelayanan tempat istirahat, layanan kesehatan dasar, pusat data dan informasi, menu untuk membatalkan puasa, penanganan keluhan ringan. Selain itu, pos pertolongan pertama diberikan kepada masyarakat yang mengalami kedaruratan seperti kecelakaan lalu lintas, kelelahan saat perjalanan, dehidrasi, pingsan, luka ringan atau kedaruratan lainnya. Personel yang dikerahkan terdiri dari medis dokter, perawat, dan bidan, serta personel yang memiliki latar belakang pertolongan pertama. Pos akan beroperasi selama 10 hari pada 16-26 Maret 2026.

Di tingkat kabupaten/kota, PMI juga membuka sejumlah pos pelayanan, seperti PMI Kota Yogyakarta dengan 3 pos, PMI Bantul 2 pos, PMI Sleman dengan pos terpadu dan dukungan 19 pos kecamatan, PMI Kulon Progo 2 pos, serta PMI Gunungkidul 3 pos termasuk di kawasan wisata pantai.

Selain layanan langsung, PMI juga menyediakan layanan darurat melalui berbagai nomor kontak di tiap wilayah. Masyarakat juga dapat mengakses informasi pertolongan pertama melalui aplikasi resmi PMI dan layanan informasi stok darah secara daring.

“Kami berharap masyarakat yang merayakan lebaran dapat “tetap sehat dan mudik selamat” sambut lebaran dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan. Masyarakat yang mudik menyiapkan diri dengan membekali berbagai informasi perjalanan, lokasi istirahat, dan tetap berhati-hati termasuk kesiapan dan keterampilan diri pada saat terjadi kedaruratan. PMI pun siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dengan bekerja sama dengan berbagai lembaga, instansi, swasta, dan perguruan tinggi. Kolaborasi lintas sektoral sangat penting untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Gusti Prabu.

PMI DIY juga mengapresiasi peran relawan yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan selama masa siaga Lebaran.

“Stok darah selama Ramadan relatif cukup namun perlu diantisiapasi setelah lebaran. Biasanya pendonor darah menurun karena banyak yang mudik atau masih fokus silaturahmi sementara permintaan darah sudah normal kembali. Kami tetap berharap dan mengimbau masyarakat khususnya pendonor darah sukarela untuk menyempatkan berdonor darah di sela-sela liburannya atau yang akan mudik mendonorkan darahnya terlebih dahulu. Apalagi bagi pendonor darah yang sudah mendapatkan notifikasi dari PMI untuk berdonor darah kembali, bisa bersegera mengunjungi Unit Pengelola Darah (UPD) PMI agar mereka yang membutuhkan tetap mendapatkan pelayanan dengan baik,” ungkap dr. Suryanto.

Berbagai upaya juga dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok darah, termasuk program doorprize, layanan donor di tempat ibadah, serta pengingat melalui media sosial kepada pendonor.

Doorprize adalah salah satu strategi PMI dalam menjaga agar stok darah tetap stabil dan tersedia untuk masyarakat yang membutuhkan selama bulan Ramadan, selain juga melaksanakan donor darah malam hari di masjid-masjid, pagi harinya di gereja-gereja, vihara atau tempat ibadah lainnya serta tetap mengirimkan pesan melalui media sosial WhatsApp kepada pendonor darah sukarela untuk mengingatkan waktu berdonor darah kembali. Selain itu juga bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk menyelengarakan donor darah setelah lebaran”, pungkas dr. Suryanto.

Pengurus
PALANG MERAH INDONESIA
Daerah Istimewa Yogyakarta
Ketua

Ttd

GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi