Kulon Progo, suarapasar.com : Anak usia dini berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting dalam hidupnya. Pada usia ini, anak mulai belajar mengenal lingkungan sekitar, belajar berbicara dengan lebih jelas, serta mulai memahami simbol-simbol sederhana seperti huruf dan angka.
Hal itulah yang menjadi alasan sejumlah Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan ( UAD) Yogyakarta menjalankan program mengenalkan huruf dan mengajari membaca pada belasan anak usia dini saat Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) di Padukuhan Jelok Sentolo Kulon Progo.
” Masa ini sering disebut sebagai masa emas karena apa yang dipelajari anak akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan mereka di masa depan. Oleh karena itu, pendampingan yang tepat sangat dibutuhkan, terutama dalam hal kemampuan membaca sebagai dasar utama dalam proses belajar, maka dari itu kami jalankan program pendampingan ini,” ungkap Purwaningrum Candra Dewi, salah satu mahasiswa UAD dalam keterangan pers, Senin (2/3/2026).
Dijelaskannya, kegiatan mengenalkan huruf dan mengajari membaca pada belasan anak usia dini ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengenal huruf, memahami cara mengeja, serta mampu membaca kata-kata sederhana dengan baik dan percaya diri.
“Program ini juga menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kebiasaan belajar sejak dini di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pendampingan membaca dilaksanakan secara rutin dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Anak-anak dikumpulkan dalam kelompok kecil agar proses belajar lebih fokus dan setiap anak dapat diperhatikan dengan baik.
” Kami berusaha menciptakan suasana belajar yang tidak menegangkan, sehingga anak merasa nyaman dan tidak takut ketika melakukan kesalahan. Dalam proses belajar membaca, kesabaran dan pengulangan menjadi kunci utama agar anak dapat memahami materi dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Purwaningrum pendampingan kepada anak – anak usia dini di Pedukuhan Jelok ini diawali dengan pengenalan huruf kemudian dilanjutkan dengan mengeja sederhana yang dilakukan berulang – ulang baik secara Bersama – sama maupun perorangan.
” Proses ini membantu anak memahami bahwa membaca bukan sekadar menyebut huruf satu per satu, tetapi menggabungkan bunyi huruf menjadi suku kata. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun huruf menjadi kata sederhana seperti kata ‘Ibu’ dan dilakukan berulang- ulang,” terangnya.
Selain melatih kemampuan membaca, kegiatan ini juga melatih konsentrasi dan ketelitian anak sehingga anak dapat belajar fokus ketika menyusun huruf dan berusaha mengingat bunyi yang telah diajarkan sebelumnya.
” Kami juga juga memberikan motivasi dan pujian sederhana agar anak-anak semakin semangat dalam belajar. Dukungan kecil seperti tepuk tangan atau ucapan “hebat” dan “pintar” memberikan dampak besar terhadap semangat belajar anak,” katanya.
Ketua kelompok mahasiswa KKN UAD di Jelok Sentolo Kulon Progo Fajar Tangguh Wibowo menyatakan pihaknya semakin semangat menjalankan program ini karena respon positif warga.
“Orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka mendapatkan pendampingan tambahan di luar jam sekolah. Beberapa orang tua menyampaikan bahwa anak mereka mulai mencoba membaca tulisan-tulisan sederhana di rumah seperti nama sendiri. Kami berharap mereka akan lebih mudah memahami pelajaran di sekolah dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam proses belajar,” pungkas Fajar Tangguh Wibowo. (wds/drw)







