Wali Kota Yogyakarta Ajak Mahasiswa Selesaikan Stunting dan Sampah melalui KKN

Yogyakarta, suarapasar.com – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memberikan pembekalan kepada 795 mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode I Tahun Akademik 2025/2026. Dalam sambutannya, Hasto berharap mahasiswa dapat menyesuaikan diri dan menjalankan program KKN dengan baik sehingga dapat diterima masyarakat.

 

“Kami berharap mahasiswa benar-benar memperhatikan materi pembekalan ini. Jangan sampai sudah di lokasi, tapi masih bingung apa yang harus dikerjakan. Mahasiswa harus mampu menyesuaikan diri agar program yang dijalankan bisa diterima masyarakat,” pesan Hasto.

 

Selain itu, Hasto juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung program pemerintah, termasuk upaya penanggulangan stunting dan pengelolaan sampah. “Stunting bisa dicegah sejak dini, bahkan sejak usia kehamilan 1-2 minggu. Oleh karena itu, penting untuk mengkonsumsi gizi seimbang. Hal ini bisa disampaikan oleh para mahasiswa melalui program kerja kalian,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Hasto juga menjelaskan bahwa 45 depo sampah di Kota Yogyakarta sudah teratasi dan hingga hari ini, Pemerintah Kota Yogyakarta mampu menyelesaikan 23.400 ton sampah yang sudah berhasil diangkat dalam kurun waktu 100 hari kerja. “Semua itu bisa dilakukan jika kita disiplin dan konsisten. Maka saya harap, program-program yang akan dilakukan saat KKN, lakukanlah dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Hasto.

 

Sementara itu, Rektor UST Yogyakarta, Prof. Pardimin, menjelaskan bahwa mahasiswa akan disebar ke seluruh Kabupaten/Kota di DIY serta ke Kota Magelang dan Kabupaten Boyolali yang berada di Jawa Tengah dan mengusung tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Berbasis Among Echo (Education, Economic, Environment, Culture, Health, Outcome)’.

 

“Among Echo menekankan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal, gotong royong, dan semangat kebersamaan untuk membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya. Saya berharap seluruh mahasiswa dapat diterima di desa-desa yang ditetapkan menjadi lokasi KKN mereka,” jelas Prof. Pardimin.

 

Sebelum diterjunkan ke lapangan pada 21 Juli 2025, seluruh peserta KKN akan mengikuti kegiatan Bakti Kampus bekerja sama dengan Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dalam gerakan ‘Sampahku Tanggung Jawabku’. Kegiatan ini akan fokus pada pembersihan lingkungan bersama komunitas sadar wisata (Pokdarwis) dan pengelola TPS di Kota Yogyakarta.

 

Dengan demikian, diharapkan program KKN tahun ini dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat.(prg,wur)