Yogyakarta, suarapasar.com — Jogja Police Watch (JPW) mendesak aparat kepolisian, khususnya Polsek Umbulharjo, untuk segera menangkap pelaku keributan yang terjadi di Jalan Kerto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam narasi yang beredar, korban disebut mengalami tindakan tidak menyenangkan, bahkan terdapat dugaan kekerasan yang dialami oleh rekan korban. Kasus ini juga telah dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian untuk segera ditindaklanjuti.
JPW berharap tidak ada upaya penyelesaian damai dalam kasus ini. Menurut mereka, proses hukum perlu ditegakkan sebagai bentuk efek jera bagi pelaku maupun masyarakat luas agar tidak mudah melakukan tindakan melanggar hukum, terlebih yang mengarah pada kekerasan.
JPW menilai sangat mudah bagi pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Umbulharjo untuk dapat segera menangkap pelaku karena wajah sudah sangat jelas dan viral di media sosial. JPW mendukung kasus ini di proses hukum hingga pengadilan dan pelaku dilakukan penahanan. Karena jika tidak diproses hukum dan pelaku tidak ditahan apalagi kasus ini nantinya berakhir damai, maka dikhawatirkan pelaku akan melakukan hal yang sama.
Selain itu, JPW juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar tetap mengedepankan etika dan tidak bertindak emosional meskipun terjadi pelanggaran di jalan. Sikap main hakim sendiri dinilai berbahaya dan tidak dapat dibenarkan.
Edukasi terhadap pengguna jalan jika salah (lawan arah dan tidak pakai helm) jangan langsung ngegas dengan melakukan perbuatan yang tdak menyenangkan terhadap orang lain. Jangan sampai hukum rimba sosial berlaku. Mentang-mentang warga setempat meskipun salah tetap merasa benar sendiri. Pola pikir yang seperti ini harus dirubah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Baharuddin Kamba selaku Kepala Divisi Humas JPW, yang menegaskan pentingnya penegakan hukum secara tegas demi menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat.







