Yogyakarta, suarapasar.com — Insiden letupan yang diduga berasal dari instalasi Saluran Air Limbah (SAL) terjadi di kawasan Teras Malioboro pada Jumat pagi. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang pengunjung mengalami luka bakar ringan dan harus mendapatkan penanganan medis di RSUP Dr. Sardjito.
Pengelola melalui UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga. Hal tersebut disampaikan oleh Wisnu Hermawan a/n UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY. Ia menyebut kejadian ini merupakan insiden teknis yang berada di luar kendali, namun pihak pengelola tetap bertanggung jawab penuh dalam penanganannya.
Merespons kejadian tersebut, tenant dan tim keamanan langsung melakukan evakuasi serta memberikan pertolongan pertama sesuai prosedur yang berlaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar epidermal ringan dengan luas 2–5 persen. Saat ini kondisi korban dilaporkan stabil dan telah diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban ditanggung oleh pengelola. Selain itu, koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan pihak keluarga korban guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
“Sebagai langkah tindak lanjut, kami telah dan akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk investigasi menyeluruh guna memastikan penyebab kejadian, pemeriksaan ulang seluruh sistem Saluran Air Limbah (SAL) di Kawasan, peningkatan pengawasan dan sistem mitigasi risiko di titik-titik rawan. Perlu kami sampaikan bahwa selama ini pengelolaan sarana dan prasarana telah dilakukan secara rutin dan disiplin, termasuk pemeliharaan berkala sistem SAL setiap bulan. Bahkan pada akhir tahun 2025, telah dilakukan pemeliharaan besar terhadap jaringan SAL untuk memastikan kondisi tetap optimal. Ke depan, kami berkomitmen untuk memperkuat standar keamanan dan keselamatan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP yang ada, menambah langkah-langkah preventif guna mengantisipasi kejadian serupa, melakukan pemeriksaan jaringan SAL di titik-titik lainnya.”
Saat ini, kondisi kawasan Teras Malioboro telah dinyatakan aman dan terkendali. Aktivitas perdagangan kembali berjalan normal seperti biasa. Pengelola juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Pengelola Teras Malioboro menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersihan kawasan, serta meningkatkan standar keselamatan demi memberikan pengalaman terbaik bagi tenant dan wisatawan.(prg,wur)








