Kulon Progo, suarapasar.com – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kapanewon Temon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung penyusunan perangkat ajar. Kegiatan ini diikuti seluruh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) jenjang SD se-Kapanewon Temon pada Senin (13/7/2026).
Pengawas PAI Kankemenag Kulon Progo, Drs. H. Tukidi, M.S.I., memberikan apresiasi atas inisiatif KKG PAI Temon yang berhasil menyelenggarakan kegiatan produktif tepat pada hari pertama masuk sekolah. Meski demikian, ia mengingatkan agar para guru tidak bergantung sepenuhnya pada kemudahan yang ditawarkan teknologi.
“Pembelajaran AI memang sangat penting untuk menunjang tugas kita. Tetapi harus diingat bahwa AI tidak memiliki rasa. AI belum bisa menumbuhkan kemandirian dalam akhlakul karimah, serta mengajarkan salat atau membaca Al-Qur’an secara batiniah. Di sinilah peran guru agama menjadi mutlak dan tidak bisa ditinggalkan. Guru harus hadir secara fisik dan spiritual untuk mendampingi pembentukan karakter murid serta menjadi suri tauladan bagi mereka,” tegas Tukidi.
Perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kapanewon Temon, Agus Supriyanto, S.Pd., berharap kegiatan ini mampu mendorong guru PAI menjadi pendidik yang lebih adaptif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mempermudah penyelesaian administrasi pembelajaran.
“Sekaligus tetap menjaga esensi utama guru sebagai pembimbing akhlak mulia bagi generasi masa depan,” ungkapnya.
Dalam sesi materi, Basyorudin, S.Pd.I. memaparkan betapa pentingnya mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan di era modern. Ia mendampingi langsung para peserta dalam memanfaatkan AI untuk menyusun administrasi pembelajaran PAI.
“Penggunaan AI ini sangat penting untuk membantu guru mempermudah penyusunan perangkat ajar. Sehingga proses administrasi menjadi lebih efektif dan efisien,” jelas Basyorudin.(prg,wur)








