Resmi Digabung, 3 SD Kini Jadi SD Percobaan 4 Wates

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menyapa siswa SD Percobaan 4 Wates saat peresmian penggabungan sekolah (wuri)

Kulon Progo, suarapasar.com : Setelah pindah dan menempati gedung terpadu bersama sejak awal tahun ajaran baru lalu, SD Percobaan 4 Wates, SD N 2 Wates dan SD N Terbahsari resmi bergabung menjadi SD Percobaan 4 Wates.

Regrouping ini ditetapkan berdasarkan SK Bupati Nomor 240/A/2025 tertanggal 17 Juni 2025 dan mulai berlaku efektif pada tanggal 8 Agustus 2025.

Peresmian ditandai penandatangan prasasti oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, di gedung sekolah terpadu Jumat (8/8/2025) pagi.

Agung Setyawan berharap penggabungan sekolah ini akan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan fasilitas yang jauh lebih baik jauh lebih terstruktur dengan guru-guru yang mencukupi tinggal kita bagaimana membuat pola pendidikan yang lebih baik agar memberikan output siswa-siswa yang lebih berkualitas,” imbuhnya.

Terkait sarana prasarana, Agung meminta segera dilengkapi untuk menunjang kegiatan belajar siswa.

“Menurut saya penataan ya karena perpustakaan belum tertata fasilitasnya sudah ada tapi karena pindahnya juga baru saja bisa lihat tadi ada ruang UKS itu bed-nya juga sudah ada tapi belum tertata, ruang ibadah untuk non muslimnya juga masih belum tertata, kemudian musholanya tadi juga saya lihat kelihatannya belum begitu sering dipakai artinya masih perlu penataan-penataan tapi bukan pembenahan fisik,” urai Agung.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menyapa siswa SD Percobaan 4 Wates saat peresmian penggabungan sekolah (wuri)

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo, Nur Wahyudi menjelaskan penggabungan sekolah pada awalnya karena lokasi sekolah lama masuk dalam penataan kawasan alun-alun Wates. Setelah berbagai pertimbangan, penggabungan sekolah kemudian dipilih nama SD Percobaan 4 Wates.

“Namanya SD Negeri Percobaan 4 karena dari sisi administrasi terkait dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD Percobaan 4 Wates,” tuturnya.

Dengan penggabungan ini tentu akan diikuti penataan manajemen sekolah mulai dari Kepala Sekolah, operator dapodik, dll.

“Kepala Sekolahnya nanti satu Kepala SD Percobaan IV siapa yang akan jadi Kepala Sekolah , apa dari Kepala SD 3 sekolah yang digabung atau yang lain itu kewenangan Pak Bupati. Yang kami sedang kaji juga untuk operator dapodik sekolah untuk siswa sebanyak ini total mencapai 610 siswa, apa tetap satu operator cukup atau kemudian bisa lebih dari satu nanti kita hitung lagi,” urainya.

Terkait pengaturan kelas rombongan belajar siswa, menurut Nur Wahyudi untuk kelas 4,5,6 akan tetap sesuai seperti di SD sebelumnya. Namun untuk kelas 1,2,3 akan ditata ulang berbaur dari tiga SD yang ada.

“Rombelnya kan awalnya SD Percobaan IV ada 12 rombel 333 siswa, SD Negeri 2 Wates 6 rombel 116 siswa dan Terbahsari 6 rombel 111 siswa itu kan dibawa ke sini semua. Untuk kelas 1,2,3 kita akan buat berbaur dari 3 sekolah. Informasi yang kami terima hari Senin minggu depan baru mau mulai diacak siswanya, tiap rombongan belajarnya dicampur dari beberapa sekolah itu. Tapi kalau yang kelas 4, 5, 6 masih seperti masing-masing sekolah,” imbuhnya.

Nur Wahyudi juga menegaskan penggabungan 3 sekolah menjadi SD Percobaan 4 Wates dengan lokasi sekolah terpadu di wilayah Terbahsari ini tidak akan mengganggu data siswa termasuk untuk siswa kelas 6 yang akan masuk ke jenjang SMP.

“Aman, semuanya sudah kita siapkan,” pungkasnya. (wds/drw)