Kolam Kompos Solusi Limbah Ternak

Yogyakarta, suarapasar.com : Berawal dari keprihatinan mahasiswa terhadap dampak limbah ternak, terutama pelepasan gas metana yang berkontribusi pada efek rumah kaca, Tim Young Sustainable Initiative (YSI) Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM KMFT) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengimplementasikan program inovatif “Argo Kompos” di Dusun Puluhan, Kalurahan Argomulyo, Sedayu, Bantul.

Ketua tim, Ahlan Murtaqi, menjelaskan program ini hadir sebagai solusi penumpukan limbah kotoran kambing yang selama ini mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tak sedap.

“Kami melihat potensi besar dari limbah ternak yang selama ini dianggap masalah. Dengan pengolahan yang tepat, limbah ini bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya swperti dikutip dari laman umy.ac.id Senin (15/9/2025).

Bekerja sama dengan Kelompok Ternak Kambing Maju Mandiri, tim YSI BEM KMFT UMY membangun kolam kompos berukuran 2,5 x 5 meter dengan tinggi 60 sentimeter. Kolam tersebut dirancang khusus untuk mempercepat proses pengomposan.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga memberikan pelatihan teknis agar kelompok ternak mandiri dalam mengelola kolam kompos ini,” tambah Ahlan.

Dukuh Puluhan, Teguh Purwanto, menyambut baik program Argo Kompos ini.

“Kolam kompos ini adalah langkah awal yang positif. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan menginspirasi dusun lain di Argomulyo,” katanya.

 

Usai peresmian, kelompok ternak bersama tim YSI dan fasilitator dari Balai Penyuluh Pertanian Sedayu langsung mempraktikkan pembuatan kompos. Kotoran kambing yang terkumpul dicampur dengan cairan EM4 dan tetes tebu untuk mempercepat fermentasi. Dalam 3–4 minggu, kompos sudah siap digunakan sebagai pupuk alami untuk pertanian atau dijual, sehingga menambah pendapatan warga.

 

“Program ini berdampak luas, tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” imbuh Teguh. (wds/drw)