Yogyakarta, suarapasar.com — Lonjakan volume sampah terjadi selama masa liburan sekolah di Kota Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyebut biasanya sampah harian sekitar 260 ton, tapi saat liburan bisa meningkat hingga dua kali lipat.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun telah menyiapkan armada dan personel tambahan untuk menjaga kebersihan kota.
“Sebagai langkah antisipasi, sopir truk sampah sudah mulai bekerja lebih awal sejak pukul 05.00 WIB. Jumlah petugas kebersihan pun ditambah,” terang Hasto Wardoyo.
Walikota juga mengajak seluruh warga Kota Yogyakarta untuk bersama-sama menangani lonjakan volume sampah yang terjadi selama masa liburan sekolah.
Pemkot juga akan menggelar kegiatan bersih-bersih di Sungai Code pada 6 Juli mendatang dengan melibatkan anak muda setempat.
“Meski ada kemacetan di beberapa titik, kami senang karena banyak wisatawan datang. Kota jadi produktif, hotel-hotel penuh, ini hal yang diharapkan warga. Tapi sampah tetap harus kita kelola bersama,” lanjut Hasto.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, membenarkan adanya lonjakan sampah, dengan rata-rata 280 hingga 300 ton per hari yang diangkut ke tempat pengolahan selama musim libur. Namun, DLH sudah siap menghadapi kondisi ini dengan 42 armada pengangkut sampah, 170 pasukan kuning, 190 petugas pengangkutan, serta 1.235 penggerobak yang terdaftar.
“Selain itu, Dinas Kebudayaan memiliki 2 armada untuk menangani sampah di Malioboro, sedangkan Dinas Perdagangan menyiagakan 7 armada untuk sampah di pasar-pasar Kota Yogyakarta,” kata Haryoko.
Haryoko menambahkan bahwa Pemkot juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta pelaku wisata agar semakin peduli dan konsisten dalam memilah sampah.
“Kami sudah mengimbau pengelola tempat wisata, biro perjalanan, hingga hotel agar mendukung program ini, termasuk bekerja sama dengan bank sampah di lingkungan mereka,” ungkap Haryoko.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha bisa membuat pengelolaan sampah di Yogyakarta tetap optimal.
“Dengan begitu, kenyamanan warga dan wisatawan tetap terjaga selama musim liburan,” pungkasnya.(prg,wur)








