Pemkab Kulon Progo dan YAKKUM Komitmen Dukung Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) Dapat Hidup Mandiri dan Inklusif 

Kulon Progo suarapasar.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menjalin kolaborasi dengan Pusat Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) dalam upaya penanganan kesehatan jiwa serta pemberdayaan penyandang disabilitas psikososial atau Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP).

Perwakilan YAKKUM, Eko Harsono menyampaikan bahwa program yang akan dijalankan merupakan kelanjutan dan penguatan dari inisiatif yang telah berlangsung sebelumnya. Fokus utama adalah kolaborasi dalam layanan kesehatan jiwa, termasuk pendampingan di masyarakat dan balai rehabilitasi, pengembangan kelompok swabantu, pelatihan kader, serta penguatan kelembagaan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) tingkat kabupaten dan kapanewon.

“Kami berkomitmen mewujudkan dukungan menyeluruh bagi Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) agar dapat hidup mandiri dan inklusif di masyarakat, melalui pendekatan komunitas, kegiatan produktif, dan layanan harian berbasis masyarakat (Community Mental Health Center/CMHC),” jelas Eko Harsono, perwakilan YAKKUM dalam pertemuan dengan Pemkab Kulon Progo di Ruang Menoreh Kompleks Pemkab Kulon Progo, Selasa (5/8/2025).

Dijelaskan Eko, CMHC bukanlah institusi baru, melainkan wadah layanan harian seperti konseling, pemeriksaan kesehatan dasar, hingga pelatihan kerja dan kegiatan seni.

“Layanan ini didesain untuk menjembatani ODDP dengan masyarakat dan dunia kerja agar stigma dan hambatan sosial dapat dikurangi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Kapanewon Pengasih menjadi kapanewon percontohan dalam pelaksanaan layanan harian, yang mencakup konseling dan pemeriksaan dasar, olahraga, kegiatan seni budaya, dan kegaiatan-kegiatan produktif lainnya dengan dukungan dari lintas OPD.

Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM, Heri Darmawan menyampaikan Pemkab Kulon Progo siap untuk terus memperkuat kerja sama dengan Pusat Rehabilitasi YAKKUM dalam mewujudkan layanan kesehatan jiwa yang berkeadilan, inklusif, dan berbasis masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan pentingnya integrasi antara pendekatan rehabilitasi balai sosial dan rehabilitasi sosial berbasis masyarakat, agar ODDP dapat memperoleh pendampingan yang menyeluruh dan berkelanjutan, sekaligus mendorong kemandirian serta penerimaan di lingkungan sosialnya.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun Kulon Progo yang lebih inklusif, dan berkeadilan sosial. Kita harus melanjutkan program yang sudah dirintis ini, karena Pemkab tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dan sinergi menjadi kunci agar upaya kita lebih terarah dan efektif,” ujarnya.

Asisten Sekda Kulon Progo Bidang Pemerintahan Dan Kesejahteraan, Jazil Ambar Was’an menekankan bahwa edukasi mengenai kesehatan jiwa harus menyasar tidak hanya penyintas, tetapi juga keluarga dan lingkungan sosialnya.

“Rehabilitasi terbaik adalah ketika masyarakat dan keluarga menjadi tempat kembali yang aman dan suportif. Peran tokoh masyarakat dan agama juga perlu dilibatkan dalam proses ini,” ucapnya. (wds/drw)