Pemkot Yogyakarta Gandeng Bethesda Yakkum Perkuat Pengendalian Terpadu HIV dan AIDS

Mergangsan, suarapasar.com — Pemerintah Kota Yogyakarta memperkuat upaya pengendalian HIV, AIDS, dan Infeksi Menular Seksual (IMS) melalui kerja sama strategis dengan Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat Community Development (UPKM CD) Bethesda Yakkum. Kolaborasi ini diwujudkan dalam Program Pengendalian Terpadu HIV dan AIDS di Wilayah Rentan.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, bersama Direktur UPKM CD Bethesda Yakkum, Wahyu Priyo Saptono, dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, di RS Pratama Yogyakarta, Kamis (5/2/2026).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga layanan kesehatan masyarakat menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan pengendalian HIV dan AIDS yang masih menjadi persoalan kesehatan publik di Kota Yogyakarta.

“HIV dan AIDS tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang memerlukan kerja bersama. Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pengendalian melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Hasto  seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, sejak tahun 2004 hingga 2025 tercatat sebanyak 1.799 kasus HIV secara kumulatif. Sementara pada tahun 2025, terdapat penambahan 98 kasus baru. Kondisi tersebut, menurut Hasto, menjadi indikator bahwa upaya pencegahan dan pengendalian harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Yogyakarta selama ini telah menjalankan berbagai langkah strategis, antara lain melalui sosialisasi masif di lingkungan permukiman, layanan publik, institusi pendidikan, hingga instansi vertikal. Selain itu, Pemkot juga membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) yang telah tersebar di 45 kelurahan dan berperan aktif dalam edukasi serta pendampingan masyarakat.

“Kami juga terus memperluas akses layanan kesehatan terkait HIV dan AIDS. Saat ini, tidak hanya fasilitas kesehatan pemerintah, tetapi fasilitas kesehatan swasta dan klinik juga telah dilibatkan,” ungkapnya.

Upaya lain yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta inovasi layanan Tes Konseling HIV di luar jam kerja puskesmas, guna memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

Dalam memperkuat jejaring kerja, Pemkot Yogyakarta juga menjalin kemitraan dengan sejumlah organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang HIV dan AIDS, seperti Yayasan Vesta Indonesia, Yayasan Victory Plus, Pita Merah Jogja, PKBI, Yayasan Kebaya, dan kini UPKM CD Bethesda Yakkum.

Sementara itu, Direktur UPKM CD Bethesda Yakkum, Wahyu Priyo Saptono, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan berlangsung hingga tahun 2028. Kemitraan tersebut mencakup pengendalian HIV dan AIDS melalui pendekatan struktural, biomedikal, serta perubahan perilaku.

“Kerja sama ini diarahkan tidak hanya pada pencegahan infeksi baru, tetapi juga pendampingan dan peningkatan kualitas hidup ODHIV dan OHIDHA agar tetap produktif dan terhindar dari stigma,” jelas Wahyu.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan pengendalian HIV, AIDS, dan IMS di Kota Yogyakarta dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi praktik baik bagi daerah lain.(prg,wur)