Kini Pertashop Hadir di Kalangan Masyarakat

Kokap, suarapasar.com – Energi, bahan bakar minyak salah satunya menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Hadirnya Pertashop di berbagai pelosok negeri, membawa angin segar bagi masyarakat.

Hal ini juga sudah dirasakan warga perbukitan menoreh Kokap Kulon Progo. Tepatnya di Tejogan, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

 

Sebelum adanya Pertashop di lokasi ini, warga hanya bisa mengakses BBM dari pengecer ilegal atau Pertamini ilegal. Jika akan mengakses SPBU resmi, jarak terdekat mencapai hampir 7 km. Namun kini warga antusias dan menyambut baik dengan adanya Pertashop ini.

 

Salah seorang warga Tejogan, Hargorejo, Kokap Kulon Progo, DIY, Burhanudin mengaku senang dengan adanya Pertashop, di pedukuhannya. Sejak adanya Pertashop di wilayahnya, Burhan merasakan akses mendapatkan BBM lebih mudah dan aktivitas masyarakat juga lebih lancar serta hemat.

 

“Dengan adanya pertashop ini, kami sangat senang sekali kami bisa membeli pertamax ini dengan harga yang sesuai, tidak perlu beli eceran di pedagang eceran yang katanya ilegal kan ya,  kami juga tidak harus menuju pertamina (SPBU) yang jauh, cukup di dekat kami saja, BBM terpenuhi,” kata Burhan.

 

Hal yang sama disampaikan Supriyatin warga Sangkrek, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo. Dengan adanya Pertashop mendekatkan BBM ke masyarakat, biaya operasional untuk jalannya usaha juga lebih murah, karena tidak perlu menambah ongkos membeli BBM di SPBU yang jaraknya lebih dari 6 km.

 

“Kan sudah ada penjual BBM resmi dekat sini, harganya juga sesuai pemerintah, senanglah. Selain tidak khawatir harus nyetok bawa jerigen, tidak harus beli di eceran, juga yakin lebih asli kualitasnya, tidak bakalan dicampur BBMnya. Senang sekali bisa ada pertashop disini,” tuturnya.

 

Pertashop Tejogan sendiri diinisiasi PD Muhammadyah Kulon Progo, beroperasi sejak Maret 2021 lalu. Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadyah PDM Kulon Progo, Sapardiyono mengatakan selain untuk memanfaatkan lahan wakaf, pembangunan pertashop juga untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat. Hal itu selaras dengan pilar ketiga Muhammadyah yaitu ekonomi.

 

“Salah satu upaya Muhammadyah membangun pilar ketiga yaitu ekonomi. Pertashop karena kita ingin memberdayakan tanah Muhamamdyah yang selama ini kurang dimanfaatkan. Lahan seluas 500 meter persegi yang belum dimanfaatkan secara baik, kesempatan kita untuk membangun ekonomi,” katanya.

 

Sapardiyono menambahkan 40 % saham pertashop di Tejogan, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DIY ini juga milik warga sekitar lokasi. Sehingga bisa dikatakan pertashop milik warga, yang memanfaatkan warga dan hasil usaha juga akan diberikan kepada warga.

 

“40 persen saham Pertashop dimiliki warga sekitar Tejogan disitu, sehingga diharapkan Pertashop yang ada itu kan harapannya milik warga ya dimanfaatkan warga dan hasilnya nanti juga diberikan ke warga,” jelas Sapar.(wur/prg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *