Yogyakarta, suarapasar.com : Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar rapat koordinasi terbatas terkait kinerja fisik dan keuangan di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (20/6/2025).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan ada kesenjangan antara realisasi fisik dan keuangan atau kesenjangan antara target realisasi fisik dan keuangan.
Kinerja fisik atau realisasi fisik sampai Mei tahun 2025 mencapai 41,93 persen. Sedangkan kinerja keuangan sampai Mei 2025 mencapai 29,19 persen.
“Saya minta Bappeda bisa sampaikan year on year. Tahun lalu seperti apa tahun sekarang bagaimana dibandingkan tahun lalu apakah penyerapan di bulan yang sama lebih baik atau buruk. Itu menjadi bagian yang penting untuk kita perhatikan,” kata Hasto saat membuka rapat koordinasi terbatas terkait kinerja fisik dan keuangan di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (20/6/2025).
“Jangan sampai salah satu (OPD) membuat profil penyerapan secara keseluruhan menjadi buruk. Mungkin perlu kita cermati dan kita sikapi untuk kita cari jalan keluar seperti apa kalau memang terjadi masalah,” lanjutnya.
Hasto meminta paket-paket pekerjaan fisik seperti di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) yang masih berproses seperti lelang dan kontrak agar segera dilakukan akhir Juni. Hal itu agar pengerjaan bisa segera dimulai dan ada serapan keuangan misalnya untuk uang muka setidaknya sekitar 30 persen. Termasuk realisasi pekerjaan dan kegiatan yang menggunakan dana keistimewaan DIY.
“Masalah deadline kapan mau dilelang, kapan kontrak, kapan dimulai pekerjaan dan selesai kapan, supaya nanti kita tidak kedodoran. Lebih baik di-deadline paling telat November karena kalau nanti ada apa-apa masih punya waktu. Yang kira-kira bisa dieksekusi, segera dieksekusi biar bisa percepatan realisasi,” tegas Hasto.
Sekretaris Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Erna Susanti saat paparan menyebut target kinerja fisik PUPKP sampai Mei 2025 mencapai 19, 43 persen. Sedangkan realisasi fisik 13,35 persen sehingga ada deviasi 6,8 persen.
“Beberapa kegiatan yang masih berproses dan menjadi perhatian antara lain pembangunan sistem drainase perkotaan, pemeliharaan berkala Jalan Sugeng Jeroni Cs, pembangunan rumah susun di Muja Muju, pembangunan sistem pengolahan air limbah domestik terpusat skala perkotaan dan pemeliharaan tebing sungai,” tuturnya.
Tindak lanjutnya percepatan pelaksanaan kegiatan ada enam paket sudah berkontrak mulai Juni dan diperkirakan selesai paling lambat pertengahan Oktober. Tiga paket pekerjaan masih proses pemilihan penyedia dan satu paket belum dilimpahkan.
“Kegiatan pemeliharaan berkala Jalan Sugeng Jeroni CS Sudah ada pemenang dan rencana kontrak akhir Juni,” imbuh Erna.
Sedangkan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Sarmin menjelaskan sampai akhir Mei 2025 realisasi keuangan mencapai sekitar 55 persen.
Awal pelaksanaan fisik mengalami kemunduran karena penundaan pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk renovasi gedung dan banguan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak karena menunggu kepastian efisiensi dana transfer pusat.
“Karena proses di awal tahun sempat ada efisiensi dari pusat, sehingga sempat terhenti. Baru setelah ada surat dari kementerian, proses kami lanjutkan sehingga proses pencairan uang muka agak sedikit mundur. Pekerjaan sudah dimulai dan akan dilakukan percepatan pencairan uang muka pada bulan Juni,” terangnya. (Wds/drw)








