Kulon Progo, suarapasar.com : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo bersinergi dengan Lembaga Amil Zakat Al Azhar melakukan pembinaan kepada 10 UMKM penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) di wilayah Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Haris Widiyanto, menyampaikan bahwa program ini telah dilaksanakan di tahun ke-2 dan dinilai sebagai program yang sukses dan sangat berdampak bagi penerima manfaat. Kedepan akan dilakukan pengembangan pada pelaku UMKM penerima manfaat.
”Kegiatan PEU merupakan kepanjangan dari Program Asta Cita yang di gagas oleh Presiden Prabowo yang kemudian di breakdown masuk dalam Asta Protas Kementerian RI dalam bidang Keagamaan yang berdampak dan Pemberdayaan Ekonomi Umat. Adapun dana yang digunakan untuk bantuan UMKM ini bersumber dari dana amanah umat, sehingga hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mensukseskan Program PEU”, kata Haris dalam keterangan persnya yang diterima Rabu (18/6/2025).
Haris juga mengajak semua pihak yang terlibat untuk meluruskan niat dalam menjalankan program ini semata-mata karena Allah.
“Kita mempunyai tanggung jawab moral kepada umat dan tanggung jawab langsung kepada Allah SWT. Semoga program ini berjalan lancar dan memberikan dampak peningkatan perekonomian masyarakat secara signifikan,” kata Haris.
Ditambahkannya, dengan adanya program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) ini diharapkan kualitas produksi dan kuantitas produksi dari UMKM setempat akan meningkat.
“Dengan naiknya kualitas dan kuantitas produktifitas UMKM maka tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat akan jauh berkembang dan lebih baik”, imbuhnya.
Perwakilan LAZ Al Azhar, Mokhlas Madani menyampaikan bahwa sinergi yang dilakukan dengan Kemenag sangat tepat karena mempunyai tujuan yang sama yaitu bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembinaan usaha UMKM.
Pihaknya sudah melakukan evaluasi dan penilaian penerima manfaat PEU, dan memutuskan untuk terus mendukung mereka.
“Kedepan bantuan akan disalurkan berbentuk, alat-alat produksi ataupun bantuan modal usaha bagi UMKM untuk men- Scale Up usaha mereka”, ujarnya. (Wds/drw)








