Kanwil Kemenag DIY Apresiasi Kemajuan Program Kota Wakaf Kulon Progo

Kulon Progo, suarapasar.com – Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag DIY memberikan apresiasi atas capaian Program Kota Wakaf Kulon Progo dalam kegiatan evaluasi yang digelar Selasa (18/11/2025) di Kopi Thiwul87, Cafe and Resto, Sukoreno, Sentolo. Kulon Progo dinilai sebagai salah satu daerah dengan perkembangan wakaf yang paling progresif, sekaligus memiliki potensi zakat terbesar di DIY.

Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag DIY, H. Nurhuda, S.Ag., M.Si., mengungkapkan bahwa hanya sedikit kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil lolos seleksi ketat untuk ditetapkan sebagai Kota Wakaf.
”Alhamdulillah dengan perjuangan bersama akhirnya Kulon Progo ditetapkan sebagai Kota Wakaf. Pengelolaan dan pengembangan Kota Wakaf harus terukur. Sehingga diperlukan maping/pemetaan dan koordinasi yang masif bagi semua yang terlibat di dalamnya,” ujar Nurhuda.

Ia menambahkan bahwa perkembangan program berjalan baik dan menunjukkan progres signifikan.
”Alhamdulillah Kota Wakaf di Kulon Progo dapat berjalan baik dan semakin berprogres. Terimakasih atas keterlibatan dari semua pihak yang mendukung program ini. Semoga ke depan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan,” tuturnya.

Nurhuda juga menekankan pentingnya penguatan wakaf produktif agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
”PR besar kita saat ini adalah bagaimana membuat program wakaf produktif ini menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan menarik bagi investor… Ke depan diharapkan mampu menguatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kulon Progo, Haris Widiyanto, S.H., melaporkan bahwa hingga akhir Juni 2025 terdapat 2.363 lokasi wakaf dengan total luasan 1.141.883 m² yang tersebar di 12 kapanewon.
”Untuk wakaf produktif berkerja sama dengan Baznas dan LAZ. Sampai dengan akhir Juni tahun 2025 sejumlah 16 lokasi dengan total luasan 13.631 m2. Di antaranya UMKM ZEJE-MART yang dikelola Ponpes Zahrotul Jannah Giripeni Wates dan Pangkalan Gas Elpiji dikelola PC Muhammadiyah Sentolo Kulon Progo kerjasama dengan PT Bummy Harapan Umat,” ungkap Haris.

“Selain itu Usaha Perkebunan Markisa dikelola di atas tanah wakaf Nazir Muhammadiyah Galur, Usaha Air Mineral PCNU Kulon Progo di atas tanah wakaf Nahdlatul Ulama dengan tenaga kerja mustahik,” imbuhnya.

Haris menambahkan bahwa Kankemenag Kulon Progo juga menyediakan layanan jemput bola bagi masyarakat melalui program “Lawanku Jadi Terpikat”, yaitu Layanan Wakaf Kulon Progo Sampai Jadi dan Terbit Sertipikat.(prg,wur)