TPA Beringharjo, Wujud Tanggung Jawab Sosial untuk Pendidikan Anak Pedagang Pasar

Yogyakarta, suarapasar.com – Usia 0-6 tahun dikenal sebagai masa emas pertumbuhan otak anak. Menyadari pentingnya pendidikan sejak dini, TP PKK Kota Yogyakarta mendirikan Tempat Penitipan Anak (TPA) Beringharjo untuk anak-anak pedagang Pasar Beringharjo maupun pekerja di kawasan Malioboro.

TPA ini mulai beroperasi sejak tahun 1994 pada masa kepemimpinan Wali Kota R Widagdo dan hingga kini masih memberikan layanan pendidikan. Lokasinya berada di pojok barat laut Pasar Sore, sisi selatan Pasar Beringharjo. Pendirian TPA berawal dari keprihatinan banyaknya anak pedagang yang harus ikut berjualan bersama orang tuanya.

“Karena dulu itu awalnya ibu-ibu PKK sering setiap Jumat itu bersih-bersih lihat pasar itu kok ada anak yang masuk pasar itu dibawa orang tuanya terus itu enggak ada yang ngurus, terus ibu-ibu itu berinisiatif untuk mendirikan dan TPA di sini, kebetulan sini itu dulu kosong, dulu kantor pemasaran pasar,” kata Yustina Suyantini, Koordinator dan Pendidik TPA Beringharjo belum lama ini.

TPA memiliki kapasitas 60 anak, saat ini sudah terisi 52. Proses penerimaan dilakukan bertahap agar anak mendapat perhatian penuh, termasuk asesmen dasar dan pengawasan khusus sebelum bisa beradaptasi.

Dikatakan Yustina, total ada sembilan pengasuh dan pendidik dari DP3AP2KB Kota Yogyakarta. Latar belakang beragam anak menjadi perhatian agar perilaku negatif bisa diarahkan ke hal positif.

“Kalau kita mengendalikannya, ucapannya itu kita perhalus, jadi kalau ada anak yang binatangnya itu keluar terus kita tanya, itu artinya apa sih? Kemudian kita luruskan, kalau bicara itu seperti ini,” tuturnya.

Meski berada di lingkungan pasar, pendidikan di TPA Beringharjo berjalan sesuai standar PAUD. TPA ini menggunakan kurikulum merdeka, pengelompokan usia, dan metode pembelajaran berbasis STEM. Anak-anak juga dikenalkan pada Calistung (baca, tulis, hitung) dengan cara bermain agar siap masuk TK atau SD.

Wakil Ketua TP PKK Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Pengelola TPA, Siti Hafsah, menyebut tempat ini menjadi rumah kedua bagi puluhan anak usia 2–5 tahun.

“Karena usia anak-anak disini berkisar dua hingga lima tahun, jadi kegiatannya lebih pada kegiatan bermain. Namun ada pula kegiatan yang mengolah dan mengasah motorik halus ataupun motorik kasar anak-anak,” kata Hafsah saat piket di TPA Beringharjo.

Orang tua cukup membayar Rp5 ribu per hari untuk menitipkan anak dari pukul 07.00–15.30. Anak-anak mendapat dua kali makanan ringan dan sekali makan siang, sekaligus dilatih mandiri seperti makan sendiri hingga merapikan piring.

Anggota TP PKK Pokja 2, Fatma Arief Fianti, menegaskan TPA Beringharjo adalah wujud tanggung jawab sosial TP PKK di bidang pendidikan.

“Memang saya melihat bahwa ini adalah sebuah terobosan yang sangat menarik nih. Di mana ibu-ibu ini kan sekarang banyak yang bekerja. Termasuk ini para pedagang di pasar Beringharjo. Sayang sekali kalau dari masyarakat kota Yogyakarta tidak bisa memanfaatkan dengan baik,” kata Fianti.

Meski diprioritaskan untuk pedagang ber-KTP Yogyakarta, TPA tetap menerima anak pedagang dari wilayah lain di DIY seperti Bantul. Dengan begitu, orang tua bisa bekerja lebih tenang sementara anak mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang terjamin.(prg,wur)