Kulon Progo, suarapasar.com : Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengajak Kabupaten Kulon Progo dapat berpartisipasi aktif dalam Muhammadiyah Jogja Expo IV yang akan diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC) pada 12–14 September 2025.
Taufiqurrakhman selaku perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menjelaskan Muhammadiyah Jogja Expo merupakan agenda dua tahunan PWM DIY.
“Expo ini akan menjadi ajang besar untuk menampilkan berbagai capaian, potensi, dan inovasi yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah di wilayah DIY, termasuk dari PDM-PDM se-DIY. Tema besar yang kami usung adalah pengembangan dan kemandirian UMKM, dengan harapan dapat memberi inspirasi tidak hanya secara regional, tetapi juga nasional,” kata Taufiqurrakhman saat audiensi dengan Pemkab Kulon Progo, di Ruang Menoreh, Kompleks Pemkab Kulon Progo Selasa (5/8/2025).

Dijelaskan Taufiqurrahman, pada pelaksanaan sebelumnya, expo ini berhasil menarik lebih dari 31.000 pengunjung. Untuk tahun ini, target kami meningkat menjadi 50.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan. Tahun ini, pihaknya akan menyediakan satu slot khusus untuk PDM Kulon Progo, yang bisa diisi oleh pelaku UMKM binaan, pelaku ekonomi kreatif, maupun unsur kemandirian usaha dari kader dan simpatisan Muhammadiyah di Kulon Progo.
“Kami juga berharap Pemkan dapat membantu publikasi kegiatan ini melalui media promosi milik Pemerintah Kabupaten, seperti billboard atau media luar ruang lainnya di wilayah Kulon Progo,”harap Taufiq.
Asisten Sekda Kulon Progo Bidang Pemerintahan Dan Kesejahteraan, Jazil Ambar Was’an menyampaikan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyambut baik apa yang rencanakan oleh PWM (Pimpinan Wilayah Muhamadiyah) Yogyakarta dan PDM ( Pimpinan Daerah Muhamadiyah) Kulon Progo yang akan menyelenggarakan Muhamadiyah Jogja Expo di Jogja Expo Center pada tanggal 12-14 September 2025, untuk ikut meramaikan event yang diselenggarkan Muhamadiyah tersebut.
Jazil menambahkan akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM terkait keikutsertaan peserta dari UMKM, karena ada beberapa UMKM yang dipandang mampu dan tertarik untuk mengikuti event tersebut, mereka UMKM yang mandiri untuk bisa dipacu agar mereka didorong untuk bisa ikut serta.
“Dengan kegiatan ini, bisa memberikan resolusi untuk saudara-saudara kita UMKM untuk bisa ikut, karena ini momen bagus untuk mengenalkan potensi yang ada, kegiatan ini mampu mengeksplor apa yang kita miliki, kalau kita lihat dari kualitasnya, banyak craft kita yang kita miliki itu bagus bagus, misalnya kopi, ada macam-macam kopi yang ada di Kulon Progo, seperti kopi menoreh, kopi bajing, kopi macan dan ketika dirasakan seduhannya, wah ini kok agak beda ya ini kan sesuatu banget, yang jika kita push ke konsumen menjadi menarik, itu baru kopi masih ada gula semut yang sudah go internasional, dan produk produk unggulan Kulon Progo lainnya, even ini menjadi kesempatan baik untuk lebih mengenalkan dan menjadi edukasi bagi teman-teman UMKM,” urai Jazil. (wds/drw)








