Kulon Progo Gelar Manekawarna, Tanda Dimulainya Hari Jadi ke-74

Kulon Progo, suarapasar.com – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo resmi memulai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-74 melalui gelaran seni Kulon Progo Manekawarna di Taman Budaya Kulon Progo, Senin (1/9/2025). Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan ST MSc MM.

Selain itu, dilakukan pula Deklarasi Damai untuk memperkuat suasana kondusif di tengah dinamika nasional. Terdapat tiga poin utama dalam deklarasi tersebut:

  • berkomitmen menjaga kekondusifan dan ketertiban di Kulon Progo;
  • menolak segala tindakan anarkis yang berpotensi mengganggu perdamaian;
  • bertekad menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kulon Progo sekaligus Ketua Panitia Hari Jadi, Triyono, SIP, MSi, menyebut acara berlangsung 1–6 September 2025 dengan menampilkan ratusan seniman lokal.

“Tidak kurang 250 pelaku seni di Kabupaten Kulon Progo akan mengikuti Kulon Progo Manekawarna ini,” ujar Triyono.

Triyono menambahkan, kegiatan akan memberi porsi besar kepada talenta muda, namun tetap menghargai kontribusi para seniman sepuh. Ia juga menegaskan, perayaan ini bagian dari program pengelolaan Taman Budaya yang dibiayai Dana Keistimewaan DIY sekaligus memperingati 13 tahun dana tersebut.

“Dalam kesempatan ini sekaligus dilakukan penetapan dimulainya atau kickoff rangkaian perayaan dan launching logo Hari Jadi ke-74 Kabupaten Kulon Progo, yang terdiri dari 46 kegiatan dan akan berlangsung hingga 1 November 2025,” terangnya.

Tema yang diusung tahun ini adalah “Sinergi dan Kolaborasi untuk Kulon Progo Harmoni.”

Bupati Agung menegaskan, pembangunan kebudayaan adalah usaha jangka panjang untuk memperkuat karakter masyarakat.

“Kegiatan Kulon Progo Manekawarna bukan sekadar gelaran seni, tapi juga menjadi ajang ekspresi kreatif dan rekreasi budaya yang inklusif,” kata Agung.

Agung berharap momentum Hari Jadi ke-74 dapat memperkuat kolaborasi di berbagai bidang, serta menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk melestarikan budaya.

“Mari kita jaga Kulon Progo tetap damai, tentram, dan rukun, sebab hanya dalam suasana yang aman dan damai, pembangunan bisa berjalan dengan baik dan kesejahteraan dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya.

Sebagai penutup, acara turut menampilkan pementasan wayang kulit oleh 12 dalang cilik dari seluruh Kapanewon di Kulon Progo, dengan cerita bertema persatuan dan perdamaian.(prg,wur)