Sleman, suarapasar.com : Komisi C DPRD DIY memantau langsung proyek pembangunan jalan tembus Sleman-Gunungkidul di Proyek Tebing Breksi Banyunibo, Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman Jumat (1/8/2025).
Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro mengatakan kunjungan ini untuk memastikan keberlanjutan proyek yang nantinya diharapkan semakin mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dijelaskan Nur Subiyantoro, proyek jalan dari Gayamharjo, Prambanan, Sleman ini masuk tahap kedua sepanjang 4,5 kilometer.
Secara keseluruhan pembangunan jalan tembus Sleman-Gunungkidul sepanjang 9 kilometer, sedangkan sisa pengerjaan lain akan diajukan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Memang sisa ini kita harapkan dari exit tol Manisrenggo nanti menjadi penghubung dari Sleman menuju ke Gunungkidul, ini akses yang luar biasa.
Jadi, yang pasti dengan adanya seperti ini kami berharap dengan adanya tol masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta ini, nanti ada peningkatan investasi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang ujung-ujungnya juga peningkatan ekonomi,” kata Nur Subiyantoro saat monitoring, Jumat (1/8/2025).
Komisi C DPRD DIY juga mendorong, Pemerintah Daerah (Pemda) baik di tingkat DIY maupun Kabupaten, Kota juga harus mampu mendorong infrastruktur jalan pendukung dari jalan tembus ini.
Dengan begitu, akan semakin memudahkan akses wisatawan menuju destinasi-destinasi wisata, sehingga semakin mendorong investasi di DIY.
Anggota Komisi C DPRD DIY Aslam Ridlo dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, jalan tembus Sleman-Gunungkidul ini merupakan jalan provinsi, hanya saja dari sisi pembiayaan memanfaatkan IJD.
“Ini dibiayai dari insentif jalan daerah, sehingga ini bisa menghemat Dana Keistimewaan kita. karena jalan ini meskipun jalan provinsi, alhamdulillah oleh Pak Presiden Pak Prabowo, kita diberikan Dana insentif daerah sehingga bisa dipakai untuk pembangunan jalan,” kata Aslam Ridlo.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DIY lainnya, Suwardi mengungkapkan, dengan pembangunan ini akan semakin mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan perekonomian masyarakat, termasuk kesejahteraan baik masyarakat di Kabupaten Gunungkidul maupun masyarakat di Kabupaten Sleman terutama yang berada di Sleman Timur.
“Masyarakat Gunungkidul dan Gayamharjo atau Sleman bagian timur ini nanti bisa lebih cepat seperti daerah Sleman kota, yang ada di Ibukota Sleman. Karenakan selama ini kemajuan pembangunan itu masih berfokus di wilayah Sleman Kota, namun di Sleman Timur ini belum mendapatkan perhatian,” ujar Suwardi.
Kasi Pembangunan Bidang Binamarga PUPESDM DIY Wira Sasongko Putro menjelaskan proyek pembangunan jalan tembus Sleman-Gunungkidul sepanjang 9 km ini, dimulai dari Prambanan Gayamharjo ke Tawang.
Total rencana jalan tembus dari Prambanan sampai Gading sepanjang 28 km, dan hingga akhir tahun 2025 masih menyisakan sekitar 4,5 km.
Rencananya jalan yang belum tersambung sepanjang 4,5km ini akan diintervensi dengan pendanaan dari IJD, di tahun 2025-2026.
“Harapan kami adalah 1,5 kilometernya, nanti bisa dilaksanakan tahun ini. Sehingga tahun depan bisa dilaksanakan tiga kilometer,” ungkapnya.
Wira menambahkan, Pemda DIY sudah melaksanakan dari Gayamharjo menuju Prambanan dengan total sepanjang 9 km, sudah terlaksana 1,4 per akhir tahun ini. Sehingga diharapkan nantinya segmen kekurangan dapat diteruskan.
“Harapan kami, tentunya akhir 2026 atau awal 2027 itu jalan Prambanan sampai Gading jalan tembus ini sudah bisa digunakan masyarakat,” ujar Wira.








