Hari Jadi Ke 194 Kabupaten Bantul, Momentum Satukan Semangat Pengabdian

Bantul, suarapasar.com : Hari Jadi Ke 194 Kabupaten Bantul menjadi momentum untuk menyatukan semangat pengabdian bagi masyarakat Bantul dan bangsa Indonesia.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyatakan Hari Jadi Ke 194 Bantul juga sekaligus sebagai penanda sejarah perjuangan serta langkah penting telah dan akan ditempuh untuk kemajuan masyarakat.

Wagub DIY KGPAA Paku Alam menyampaikan tema peringatan Hari Jadi ke-194 tahun ini, “Bantul Bumi Satria, Sawiji Ambuka Kartaning Praja”,  mencerminkan cita-cita luhur yang terus dihidupi oleh masyarakat Bantul. Wilayah ini, lanjutnya, dikenal sebagai tanah kelahiran para satria yang telah memberikan sumbangsih besar dalam perjuangan dan pembangunan daerah.

“Semangat pengabdian itulah yang kini hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat, yang secara gotong royong meneruskan cita-cita luhur para pendahulu. Kita harapkan Bantul bisa menjadi daerah yang semakin makmur, sejahtera, dan bahagia, dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai budaya yang telah mengakar kuat,” kata KGPAA Paku Alam X saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi Ke 194 Bantul di Lapangan Trirenggo, Bantul, Minggu (20/07/2025)

KGPAA Paku Alam X berharap peringatan ini menjadi penguat semangat semua elemen masyarakat untuk terus berbuat baik demi kemajuan Bantul, DIY, dan bangsa Indonesia secara lebih luas.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam laporannya menyampaikan arah kebijakan pembangunan yang disebut sebagai Nawala Bupati. Ia menekankan pentingnya menghadirkan “jiwa kesatria” dalam setiap langkah pengabdian untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, tangguh, dan berdaya saing.

“Pembangunan di Bantul diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan cerdas, serta mampu mengelola teknologi informasi, mengolah potensi daerah, menjaga lingkungan, dan tanggap terhadap bencana,” kata Abdul Halim.

Lima fokus utama pembangunan yang disampaikan antara lain : SDM unggul dan berkarakter; Kemandirian pangan dan potensi lokal; Lingkungan hidup yang bersih dan lestari; Ketangguhan menghadapi bencana; Penguatan nilai sosial seperti gotong royong dan semangat pantang menyerah.

“Semoga peringatan ini menjadi pelecut semangat kita semua untuk terus berbuat yang terbaik bagi Bantul, DIY, dan Indonesia,” pungkasnya. (wds/drw)