Pemkot Yogya Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Koperasi Merah Putih di 45 Kelurahan

Umbulharjo, suarapasar.com – Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggencarkan upaya penguatan ekonomi kerakyatan dengan mengaktualisasikan program Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat menjadi narasumber dalam program Angkringan TVRI di Grha Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), Sabtu (19/7/2025).

“Kemandirian ekonomi harus dimulai dari tingkat kelurahan. Ekonomi berputar dari kita, untuk kita, oleh kita. Harapan kami, koperasi menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujar Wawan seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.

Ia menyebutkan bahwa saat ini sebanyak 45 kelurahan di Kota Yogyakarta telah memiliki Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Setiap koperasi diharapkan memiliki karakter dan produk unggulan yang menggambarkan potensi khas wilayahnya.

Selain menyoroti pentingnya koperasi di tingkat wilayah, Wawan juga menekankan peran generasi muda. “Anak-anak muda harus terus mengasah kreativitas, semangat belajar, dan peduli terhadap koperasi. Mereka bisa ikut mendampingi dan bermitra dengan pengurus koperasi, agar koperasi tetap relevan dan modern,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri para pengawas Koperasi Merah Putih dari seluruh kelurahan. Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, turut menyampaikan bahwa koperasi tidak hanya terbatas pada usaha simpan pinjam, namun juga menyasar sektor riil seperti penyediaan sembako, pengembangan UMKM, layanan logistik, hingga apotek.

“Image koperasi harus diperluas. Koperasi Merah Putih diarahkan untuk memandirikan potensi lokal di tiap kelurahan. Kita dorong koperasi menjadi agregator kebutuhan wisatawan melalui produk-produk UMKM lokal,” jelas Tri.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkot telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lintas OPD, untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengurus koperasi. Ketua pengawas koperasi dipegang oleh lurah setempat yang telah mendapatkan pelatihan teknis dan manajerial.

“Dengan pelatihan dan pendampingan, kita ingin Koperasi Merah Putih menjadi koperasi modern dengan tata kelola profesional, adaptif terhadap teknologi, dan terbuka terhadap partisipasi generasi muda,” pungkasnya.(prg,wur)