Yogyakarta (26/03/2026), suarapasar.com – Pemandangan berbeda terlihat di Kompleks Kepatihan Yogyakarta dalam peringatan Hari Jadi ke-271 DIY. Jika biasanya dipenuhi bunga papan, kini area tersebut dihiasi tanaman hidup seperti anggrek hingga pohon buah produktif sebagai bentuk ucapan selamat.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Mendagri terkait gerakan Indonesia Asri, di mana Pemda DIY mengimbau masyarakat dan mitra untuk mengganti bunga papan dengan tanaman hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Kita memiliki kawasan Kepatihan yang luas dengan banyak pepohonan. Ucapan dalam bentuk tanaman hidup ini memiliki nilai keberlanjutan. Tidak hanya memperindah saat hari jadi saja, tapi bisa kita rawat dan manfaatkan untuk menata lingkungan agar tetap asri,” ujar Siwi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/03).
Berbagai jenis tanaman mulai berdatangan, mulai dari anggrek hingga pohon buah seperti kelengkeng yang sudah berbuah. Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti komunitas anggrek, asosiasi, hingga sektor industri untuk membantu penataan dan perawatan tanaman.
“Kami menyadari bahwa kami di Pemda bukan ahlinya, maka kami membuka diri menjadi ‘laboratorium’ bagi para pakar dan pecinta tanaman. Nantinya, akan ada transfer knowledge atau pembekalan dari para ahli ini kepada tenaga taman dan outsourcing kami di Kepatihan,” tambah Siwi.
Melalui kerja sama ini, petugas kebersihan juga akan mendapatkan edukasi terkait perawatan tanaman, sehingga dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam pengelolaan lingkungan.
Selain fungsi ekologis, program ini juga membuka peluang promosi bagi pembudidaya tanaman hias lokal dengan pemasangan barcode pada tanaman yang ditampilkan.
“Ini adalah sinergi yang saling menguntungkan. Pembudidaya mendapatkan manfaat ekonomi dan media promosi, sementara kawasan Kepatihan menjadi lebih indah dan asri. Saat ini sudah ada belasan pohon yang siap dihias,” jelas Siwi.
Dengan konsep ini, ucapan Hari Jadi DIY tidak lagi menjadi limbah, tetapi berubah menjadi aset lingkungan yang berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(prg,wur)








