Kulon Progo Raih Penghargaan PJPK 2025–2029, Bukti Keseriusan Menata Masa Depan Kependudukan

Yogyakarta, suarapasar.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam merancang pembangunan kependudukan yang terarah mendapat pengakuan. Kulon Progo berhasil meraih penghargaan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029 sekaligus menerima Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) sebesar Rp3 miliar dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta Mohamad Iqbal Apriansyah, SH, MPH kepada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana DIY Tahun 2026 pada Kamis (12/3/26).

Kulon Progo menjadi satu dari tiga daerah terbaik di DIY, bersama Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta, yang dinilai memiliki dokumen perencanaan pembangunan kependudukan paling lengkap baik dari sisi administrasi maupun implementasi program.

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kulon Progo, Jazil Ambar Was’an, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari tingkat kalurahan hingga pemerintah kabupaten.

“Ini bukan sekadar pemberian penghargaan biasa, tapi merupakan hasil jerih payah teman-teman di lapangan. Prosesnya panjang, dimulai dari usulan di tingkat bawah, direkapitulasi, dianalisis, hingga terdokumentasi dengan baik. Kami berharap ini menambah semangat para petugas penyuluh di lapangan untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat,” ujar Jazil.

Kepala Dinas PMKal Dalduk KB Kabupaten Kulon Progo, Muhadi, menjelaskan bahwa dokumen peta jalan pembangunan kependudukan tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah yang berbasis data kependudukan yang akurat.

Menurut Muhadi, pembangunan kependudukan di Kulon Progo harus menyentuh seluruh siklus hidup manusia antara lain:

  • Pola asuh orang tua kepada anak
  • Pembangunan generasi muda dan pendampingan calon pengantin
  • Perawatan pasangan usia subur hingga melahirkan generasi penerus
  • Perhatian bagi lansia agar tetap produktif dan bermartabat

“Hakikat pembangunan keluarga adalah menjaga manusia di setiap fasenya. Dokumen ini memastikan bahwa program pemerintah selaras dan berkolaborasi, tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelas Muhadi.

Salah satu fokus utama dalam peta jalan tersebut adalah penanganan stunting. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menargetkan angka stunting yang saat ini berada di kisaran 10 persen dapat ditekan hingga berada di bawah angka tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

Upaya tersebut akan diperkuat melalui optimalisasi peran tenaga lini lapangan, seperti Penyuluh KB dan kader di tingkat desa, agar setiap program intervensi dapat berjalan tepat sasaran sesuai pedoman PJPK yang telah disusun.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Kabupaten Kulon Progo menunjukkan keseriusannya dalam menata pembangunan berbasis kependudukan sekaligus memastikan setiap warga memperoleh manfaat pembangunan secara merata menuju visi Indonesia Emas 2045.(prg,wur)