Yogyakarta (13/01/2025), suarapasar.com – Pemerintah Daerah DIY kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan pendidikan mahasiswa perantau yang terdampak bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan bantuan biaya hidup (living cost) bagi 1.296 mahasiswa diperpanjang melalui skema estafet pendanaan yang melibatkan sektor perbankan dan Pemda DIY.
Sri Sultan menegaskan bahwa kebijakan tersebut diarahkan agar mahasiswa tetap dapat berkonsentrasi menempuh pendidikan, mengingat kondisi pemulihan ekonomi di daerah asal mereka masih berjalan dan belum sepenuhnya pulih.
“Supaya dia bisa tetap fokus ya. Dia datang ke sini kan untuk sekolah dan jangan dia sampai putus sekolah. Prinsipnya itu, jangan sampai ada dari 1.296 mahasiswa tersebut yang DO karena orang tuanya tidak mampu mengirim lagi dan menyebabkan putus sekolah. Jangan sampai,” tegas Sri Sultan usai menerima Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) DIY dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY pada Selasa (13/01) di Gedhong Wilis, Kompleks kepatihan, Yogyakarta.
Pada tahap lanjutan ini, sektor perbankan yang tergabung dalam BMPD dan FKIJK memberikan tambahan dukungan dana sebesar Rp500 juta. Dana tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan biaya hidup mahasiswa selama sekitar 1,5 bulan, sebelum selanjutnya pembiayaan dilanjutkan melalui anggaran Pemda DIY.
“Nanti akan disambung dari Pemda selama 6 bulan, dengan harapan dalam waktu 6 bulan tersebut orang tua sudah bisa membantu kembali. Yang terpenting, mahasiswa menerima living cost untuk mengurangi beban orang tua,” jelas Sri Sultan.
Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan, sinergi ini merupakan bentuk konsistensi dalam menjaga tradisi kepedulian sosial yang selama ini ditekankan oleh Sri Sultan. “Kami menyampaikan dana living cost ini agar teman-teman mahasiswa bisa terus bersekolah dan menyelesaikan studinya dengan baik. Mekanismenya tetap konsisten seperti sebelumnya melalui Bank BPD DIY,” jelasnya.
Program bantuan ini merupakan kelanjutan dari fase pertama yang sebelumnya telah direncanakan berlangsung selama enam bulan. Dengan tambahan dukungan dari sektor perbankan, diharapkan keluarga mahasiswa di wilayah terdampak bencana memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi ekonomi.
Setiap mahasiswa terdata akan menerima bantuan sekitar Rp300.000 per bulan yang disalurkan melalui kelompok mahasiswa di bawah pengelolaan Bank BPD DIY. Kolaborasi ini menegaskan peran Yogyakarta sebagai daerah pendidikan yang tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga menjamin keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah kondisi sulit.
“Iya nanti disalurkan dari BPD lagi seperti sebelumnya,” tegas Dirut Bank BPD DIY, Santoso Rohmad yang juga turut hadir bersama Sri Darmadi.(prg,wur)








