Pemkot Yogyakarta Mantapkan Kelembagaan Koperasi Merah Putih untuk Dorong Ekonomi Lokal

Umbulharjo, suarapasar.com – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat kelembagaan dan kapasitas anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di seluruh wilayah. Upaya ini bertujuan agar koperasi dapat menjadi penggerak utama dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, dalam acara Temu Kemitraan KKMP di Plaza Balai Kota Yogyakarta, Selasa (7/10). Menurutnya, koperasi tidak hanya menjadi wadah transaksi ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menggerakkan potensi lokal agar memberikan dampak ekonomi yang nyata.

“Kita berharap Koperasi Merah Putih bisa mengeksplor potensi masyarakat di tiap kelurahan. Tidak perlu berpikir terlalu jauh, cukup melihat potensi yang ada di sekitar, lalu dikembangkan bersama. Dengan begitu ekonomi bisa berputar di lingkungan masyarakat sendiri,” ujarnya seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.

Wawan menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah untuk memperkuat peran koperasi sebagai motor ekonomi. Saat ini, perkembangan KKMP dinilai cukup baik dengan beragam bidang usaha sesuai potensi lokal, mulai dari pengolahan limbah industri hingga penyediaan bahan pangan. Namun, masih ada tantangan dalam aspek kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Tantangan utamanya bukan pada teknis, tetapi bagaimana meningkatkan SDM pengurus dan anggota agar memahami potensi dan bisa menjalankan tugasnya secara profesional. Karena itu, pendampingan dari dinas akan terus dilakukan secara intensif,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelum koperasi berjalan penuh, Pemkot ingin memastikan kesiapan kelembagaan, rencana bisnis, dan arah pengelolaan agar koperasi dapat beroperasi secara matang.

“Anggota juga harus paham arah dan tujuan koperasi ini akan dibawa ke mana. Jadi fokus kita sekarang adalah pemantapan kelembagaan dan peningkatan SDM agar saat operasional dimulai, semuanya sudah siap dan berjalan baik,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, mengungkapkan saat ini telah terbentuk 45 KKMP yang akan mulai beroperasi secara resmi pada 28 Oktober mendatang.

“Rencananya, tanggal 28 Oktober nanti akan dilakukan launching operasionalisasi Koperasi Merah Putih. Karena itu, kami benar-benar mempersiapkan diri, baik dari sisi SDM, visi, maupun rencana bisnis yang akan dijalankan,” ungkapnya.

Tri Karyadi menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru hanya karena dorongan anggaran.
“Kalau belum siap, ya disiapkan dulu dengan matang. Harus ada mitigasi, harus siap visi dan arah bisnisnya. Kemudian target berikutnya adalah mendorong masyarakat di seluruh wilayah untuk menjadi anggota koperasi, agar gerakan ekonomi kerakyatan ini benar-benar tumbuh dari bawah,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap koperasi wajib memiliki pemahaman kuat tentang regulasi dan rencana bisnisnya. “Sebelum bergerak, koperasi harus tahu business plan-nya, mau dibawa ke arah mana. Secara mandatori, ada enam bidang yang wajib dijalankan, yakni koperasi itu sendiri, apotek Merah Putih, klinik Merah Putih, unit simpan pinjam, food storage atau gudang penyimpanan, serta unit sembako,” jelasnya.

Selain memperkuat kelembagaan, Pemkot juga mendorong kemitraan antara koperasi dan lembaga strategis seperti Pegadaian, BNI, Bulog, serta BUMD milik Pemkot agar koperasi dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua KKMP Giwangan, Sudaryanto, menegaskan pentingnya semangat kolaborasi dan gotong royong dalam menjalankan koperasi. Ia mengatakan bahwa koperasi tidak perlu menunggu modal besar untuk dapat berkontribusi pada ekonomi masyarakat.

“Giwangan mungkin belum menjadi yang terbaik, tapi semangat kami tidak kalah. Kami ingin KKMP Giwangan menjadi pilot project, contoh nyata yang bisa menyemangati koperasi-koperasi lain di Yogyakarta,” ujarnya.

KKMP Giwangan juga aktif berkontribusi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjadi salah satu pemasok bahan pangan. Selain itu, koperasi ini mengembangkan produk unggulan berupa sabun alami ramah lingkungan bernama GIWANGI (Giwangan Wangi).

“Sabun ini bukan sabun biasa. Bahannya alami, tidak mencemari tanah, dan bisa terurai dengan baik. Ini contoh produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tapi juga peduli terhadap lingkungan,” tuturnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Sudaryanto berharap semangat kemandirian dan kerja sama dapat tumbuh di seluruh koperasi kelurahan. “Ayo bergerak dengan apa yang kita punya. Jangan tunggu punya modal besar, lima juta, lima miliar, itu bukan ukuran. Yang penting, kita mulai dulu dengan niat baik dan kerja sama,” katanya.(prg,wur)