Komisi A DPRD DIY Tinjau Pos Damkar Kasihan, Tekankan Optimalisasi Penanggulangan Kebakaran di Bantul

Bantul, suarapasar.com – Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kunjungan kerja ke Pos Pemadam Kebakaran Kasihan, Kabupaten Bantul, Senin (29/9/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau mitigasi risiko bencana sekaligus mendengar langsung persoalan lapangan terkait tantangan dan kendala penanggulangan kebakaran.

Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Hifni Muhammad Nasikh, S.E., M.B.A., bersama sejumlah anggota. Mereka diterima oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T., beserta jajaran dan didampingi Komandan Sektor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul, Kamdani.

Komisi A menyoroti pentingnya optimalisasi manajemen penanggulangan kebakaran di Bantul menyusul tingginya angka kejadian setiap tahun. Berdasarkan data BPBD Bantul, hingga 26 September 2025 telah terjadi 146 kasus kebakaran dan lebih dari 1.400 penanganan non kebakaran. Angka tersebut menunjukkan tantangan besar dalam kesiapsiagaan daerah.

“Target respon time petugas tidak lebih dari 15 menit. Namun, pada wilayah tertentu yang jauh dari sektor pemadam, kami menghadapi kendala jarak tempuh dan keterbatasan armada,” ujar Agus.

Selain itu, BPBD Bantul juga mengakui keterbatasan sarana dan prasarana, baik armada, peralatan penyelamatan, hingga alat pelindung diri (APD). Jumlah SDM pemadam pun belum memenuhi standar Kemendagri.

“Pembinaan SDM belum optimal, baik untuk diklat inspektur, instruktur, penyuluh, maupun tim rescue. Hal ini tentu berpengaruh pada kesiapan kami di lapangan,” tambahnya.

Komisi A menilai, partisipasi masyarakat penting diperkuat melalui pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Saat ini, Redkar baru terbentuk di 36 dari 75 kalurahan di Bantul.

“Partisipasi masyarakat sangat krusial. Kehadiran relawan bisa menjadi lini pertama dalam penanganan kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi,” ungkap Hifni Nasikh.

Ia menegaskan, DPRD DIY akan mendorong Pemkab Bantul menambah sektor pemadam di wilayah rawan, mempercepat pemenuhan sarana prasarana, serta meningkatkan kapasitas SDM pemadam maupun relawan.

“Kami berharap penanggulangan kebakaran di Bantul bisa berjalan lebih cepat, efektif, dan mampu menjangkau seluruh wilayah tanpa terkecuali,” tegasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat, penanggulangan kebakaran di Bantul diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan kejadian, tetapi juga pada pencegahan dan kesiapsiagaan jangka panjang.(prg,wur)