Komisi X DPR RI Kunjungi Gunungkidul, Bahas Penguatan Literasi dan Layanan Perpustakaan

Gunungkidul, suarapasar.com – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menerima kunjungan kerja Anggota Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati, Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian, serta 10 anggota lainnya di Kantor Sekretariat Daerah Gunungkidul, Rabu (24/09/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Riset dan Literasi dalam masa persidangan I Tahun Sidang 2025–2026.

Diskusi yang berlangsung hangat berfokus pada program penguatan literasi dan layanan perpustakaan di Kabupaten Gunungkidul. Bupati Endah menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi pendidikan sekaligus jalan meningkatkan kesejahteraan.

“Kami terus berupaya mengembangkan layanan perpustakaan daerah, mendorong gerakan literasi di sekolah dan desa, serta bersinergi dengan komunitas penulis, penerbit, dan pegiat literasi. Namun masih ada tantangan, mulai dari keterbatasan sarana, SDM, hingga disparitas minat baca masyarakat,” ujarnya seperti dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Endah berharap kunjungan ini mampu memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan DPR RI, menghadirkan kebijakan yang responsif, sekaligus dukungan nyata bagi penguatan riset dan layanan literasi di Gunungkidul.

Menanggapi hal tersebut, MY Esti Wijayati menilai fasilitas perpustakaan tingkat kabupaten sudah cukup baik, meski masih membutuhkan dukungan tambahan dari pusat. Ia menyoroti kekurangan pustakawan sebagai masalah mendasar. “Pustakawan yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan pemahaman tentang perpustakaan, ini belum dimiliki Kabupaten Gunungkidul. Dan ini bukan hanya masalah di sini, tapi juga di daerah lain,” ungkapnya.

MY Esti juga menegaskan rendahnya indeks PISA Indonesia—peringkat 71 dari 80 negara—menjadi bukti perlunya daya dukung literasi yang lebih kuat. Kendala utama, menurutnya, terletak pada terbatasnya formasi pustakawan yang dibuka pemerintah.

Dalam kesempatan ini, Gunungkidul juga menerima dana alokasi khusus nonfisik senilai Rp1,1 miliar serta bantuan 27.000 eksemplar buku dari Perpustakaan Nasional untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat.(prg,wur)