Umbulharjo, suarapasar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menjalankan program Bedah Rumah bagi warga yang tinggal di hunian tak layak. Kali ini, dua warga di Kemantren Umbulharjo menjadi penerima manfaat, yakni Sri Anah, warga Gambiran, Kelurahan Pandeyan, serta Pramono, warga Warungboto.
Berbeda dengan program perbaikan rumah umumnya, Bedah Rumah Pemkot Yogya tidak memakai dana APBD. Pendanaan dilakukan melalui pola gotong royong, melibatkan dukungan swasta dan masyarakat. Pada kesempatan kali ini, Pamela Swalayan menyalurkan bantuan senilai Rp20 juta, ditambah 30 sak semen dari warga sekitar.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, hadir langsung dalam kegiatan itu dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi semua pihak.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan gotong royong seluruh warga serta para mitra. Dengan semangat kebersamaan ini, pengentasan rumah tidak layak huni di Kota Yogyakarta dapat segera terealisasi,” ujar Hasto seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ia menekankan bahwa bedah rumah bukan hanya urusan fisik bangunan, tetapi juga menyangkut harkat dan martabat keluarga penerima manfaat.
“Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga ruang tumbuh kembang keluarga. Dengan rumah yang layak, keluarga bisa lebih sehat, anak-anak bisa belajar lebih tenang, dan kualitas hidup warga meningkat. Itu yang menjadi tujuan utama dari program ini,” jelasnya.
Menariknya, Hasto juga ikut membantu warga dan tukang menurunkan genting rumah Sri Anah. Aksi tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang bangga melihat pemimpinnya turun langsung ke lapangan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tapi juga ikut merasakan keringat gotong royong di lapangan. Dengan kebersamaan seperti ini, pekerjaan terasa lebih ringan dan semangat warga semakin kuat,” imbuh Hasto.
Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan bahwa sejak kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, program Bedah Rumah telah menyasar 39 rumah di berbagai wilayah. Ia menegaskan komitmen untuk menuntaskan seluruh Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Yogyakarta.
“Harapan saya, ke depan program ini dapat terus digulirkan. Target kami selama periode kepemimpinan kami, seluruh RTLH di Kota Yogya dapat diperbaiki, sehingga masyarakat benar-benar memiliki tempat tinggal yang layak,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Sri Anah, mengaku sangat terharu. Sehari-hari bekerja sebagai pemulung, ia merasa mustahil bisa memperbaiki rumahnya tanpa bantuan.
“Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Rasanya tidak mungkin saya bisa memperbaiki rumah sendiri, karena penghasilan saya sehari-hari hanya cukup untuk kebutuhan pokok. Alhamdulillah, sekarang saya bisa berharap punya rumah yang lebih layak,” ucap Sri Anah dengan mata berkaca-kaca.
“Kalau hujan deras, air sering masuk dari atap yang bocor. Anak-anak sering kedinginan, dan saya juga takut kalau dindingnya roboh. Dengan adanya bedah rumah ini, saya merasa lebih tenang dan lega. Terima kasih kepada Pak Wali Kota, Pamela Swalayan, dan semua warga yang peduli,” imbuhnya.(prg,wur)








