Pemkot Yogyakarta Tunjukkan Kinerja Tertinggi di Triwulan II, Gencarkan Strategi “Gaspol” Jelang Akhir Tahun

Danurejan, suarapasa.com – Pemerintah Kota Yogyakarta mencatatkan capaian tertinggi dalam realisasi kinerja fisik triwulan II tahun 2025 di antara lima kabupaten/kota se-DIY. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pembangunan Daerah Triwulan II Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (29/7/2025). Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa konsistensi antara target dan realisasi menjadi kunci utama tercapainya performa tersebut.

Tercatat, kinerja fisik Pemkot Yogyakarta telah mencapai 55,41 persen dan kinerja keuangan sebesar 38,26 persen hingga triwulan II 2025. Evaluasi rutin terhadap serapan anggaran dan kinerja masing-masing OPD dilakukan setiap bulan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan tepat waktu. Beberapa proyek infrastruktur yang tertunda pun dipantau langsung oleh wali kota agar bisa dikebut sebelum batas akhir pada 15 Desember mendatang.

Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga menerima penghargaan atas keberhasilannya dalam program konvergensi intervensi penurunan stunting tahun 2024. Dalam tema rakordal kali ini yang mengangkat isu ketahanan pangan, Pemkot menerjemahkan konsep Lumbung Mataraman dengan membentuk food bank untuk menyalurkan kelebihan pangan kepada masyarakat rentan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pentingnya akuntabilitas kinerja dan meminta agar capaian ini tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Ia menekankan perlunya refleksi dan monitoring berkala terhadap dampak program yang dijalankan. Menurutnya, Lumbung Mataraman harus menjadi lumbung pangan hidup yang bersumber dari rumah tangga dan kelompok tani dengan filosofi Jawa “Nandur Opo Sing Dipangan, Mangan Opo Sing Ditandur”.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, turut mengapresiasi kontribusi DIY terhadap ketahanan pangan nasional. Ia menyebut bahwa pertanian kini menyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar dalam sejarah, dengan stok pangan nasional tertinggi mencapai 4,2 juta ton dan DIY menjadi salah satu kontributor utamanya.(prg,wur)