Pemkot Yogya Perkuat Program Jogja Sapa Lansia, Kurangi Risiko Keterlantaran

Umbulharjo, suarapasar.com – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat program Jogja Sapa Lansia sebagai wujud kepedulian terhadap warga lanjut usia, terutama lansia tirah baring yang membutuhkan pendampingan intensif. Program ini diharapkan mampu mengurangi kasus keterlantaran sekaligus meningkatkan kualitas hidup para lansia.

“Adanya kasus lansia terlantar yang akhirnya dirujuk ke panti lansia. Melalui program ini, kami ingin ada sistem pendampingan agar selalu ada pihak yang bertanggung jawab,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Indrawati saat ditemui di Kantornya, Jumat (29/8) seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Yogyakarta.

Program Jogja Sapa Lansia awalnya berupa gerakan sederhana menyapa lansia. Kini, cakupannya diperluas tidak hanya bagi lansia dengan kondisi berat, tetapi juga mereka yang masih mandiri. Harapannya, anak dan keluarga lebih peduli, masyarakat ikut terlibat, serta ada sinergi dengan pemerintah dalam merawat lansia. “Yang utama tetaplah keluarga. Harapannya, kualitas hidup lansia meningkat, anak-anak juga ikut peduli begitu juga dengan masyarakat sekitarnya,” katanya.

Program tahap pertama telah terlaksana di enam kelurahan: Baciro, Gedongkiwo, Semaki, Wirogunan, Purbayan, dan Kotabaru, dengan 64 lansia tirah baring sebagai sasaran. Identifikasi dilakukan oleh Komisi Lansia untuk memastikan ketepatan target.

Pemkot Yogya melalui Dinsosnakertrans juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi, seperti UST Program Studi Psikologi, STIKES Bethesda, UAD, dan UKDW. Mahasiswa turut melakukan pendampingan sesuai bidang keahlian, mulai pemeriksaan psikologis, edukasi perawatan, hingga dukungan bagi caregiver.

“Dari hasil pendampingan, tahap pertama sudah ada perubahan yang cukup signifikan. Misalnya lansia yang sebelumnya tirah baring, setelah ada pendampingan bisa bangun. Ada perkembangannya karena disini mahasiswa memberikan edukasi kepada caregiver pendamping bagaimana cara merawat,” ungkap Indrawati.

Tahap kedua program akan melibatkan organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta LPK Insan Medika Academy. Lokasi sasaran meliputi seluruh kelurahan di Kemantren Gondomanan, Rejowinangun, dan Ngampilan.

“Melalui program ini, harapan kami akan mengurangi ketelantaran pada lansia di Kota Yogyakarta, keberlanjutan program ini dilakukan dengan sinergi berbagai pihak baik perangkat, masyarakat, keluarga, perguruan tinggi, dunia usaha dan organisasi profesi. Minimal ada edukasi kepada masyarakat, jejaring yang saling mendukung dan sistem yang bisa membantu mobilitas maupun akses pelayanan lansia,” tegas Indrawati.(prg,wur)