Bangun Gedung CMU, RSUP Dr. Sardjito Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu

Sleman (08/01/2026), suarapasar.com – RSUP Dr. Sardjito memasuki fase baru penguatan layanan kesehatan melalui pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU). Pembangunan ini ditandai dengan ground breaking oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Eniarti, Kamis (08/01), di kompleks rumah sakit setempat.

Gedung CMU diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan masa depan yang terintegrasi dan modern, sekaligus upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat agar tidak lagi memilih berobat ke luar negeri. Menteri Kesehatan RI menekankan bahwa transformasi rumah sakit tidak hanya soal kelengkapan alat medis, tetapi juga kualitas pelayanan yang humanis.

“Masyarakat ke luar negeri itu bukan cuma soal fasilitas, tapi karena merasa lebih ‘dimanusiakan’. Maka, saya titip, tingkatkan kemampuan non-medis dokter kita. Komunikasi dan empati harus utama agar pasien merasa nyaman dan percaya,” ujarnya.

Menteri Budi juga menjelaskan bahwa penataan ulang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi layanan, dengan merampingkan jumlah gedung namun meningkatkan kapasitas dan kualitas fasilitas secara signifikan. Target penyelesaian pembangunan pun dipercepat agar dapat diresmikan pada 2029.

“Targetnya bukan di 2040, tapi kita percepat ke 2029 agar bisa diresmikan Bapak Presiden. Kita ingin RSUP Dr. Sardjito menjadi rumah sakit yang tidak hanya menyembuhkan penyakit, tapi merawat kehidupan,” ujar Menteri Budi.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan harus tetap berlandaskan nilai kemanusiaan. Menurutnya, rumah sakit tidak boleh menjadi ruang yang kaku dan dingin, melainkan tempat yang memberi rasa aman dan harapan bagi masyarakat.

“Rumah sakit bukan sekadar tempat penyembuhan raga, melainkan ruang pengayoman, tempat harapan dipelihara, dan rasa aman ditumbuhkan,” ungkapnya.

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Eniarti, menyampaikan bahwa pembangunan Gedung CMU merupakan wujud komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern, terintegrasi, dan berfokus pada keselamatan pasien. Gedung ini dirancang sebagai pusat layanan medis terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan penting, mulai dari gawat darurat, perawatan intensif, kamar operasi, hingga layanan diagnostik berteknologi tinggi dalam satu sistem pelayanan yang saling terhubung. Dengan pendekatan ini, diharapkan proses perawatan pasien menjadi lebih efektif, aman, dan berkesinambungan.

Gedung Central Medical Unit akan dibangun di atas lahan seluas 10.043,77 meter persegi, terdiri dari 13 lantai dan dua basement, dengan total luas bangunan mencapai 55.574 meter persegi. “Gedung ini akan dilengkapi berbagai fasilitas medis modern, antara lain kamar operasi canggih untuk bedah robotik dan kamar operasi hibrida dengan sistem angio-CT, serta dukungan peralatan radiologi mutakhir seperti MRI 3 Tesla dan CT spectral photon-counting,” jelas Eniarti.(prg,wur)