Kulon Progo, suarapasar.com – Rencana efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusulkan Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat tanggapan positif dari sejumlah orang tua pelajar di Kulon Progo. Kebijakan tersebut berupa pengurangan frekuensi penyaluran dari enam menjadi lima kali dalam sepekan.
Sejumlah orang tua menilai langkah ini sebagai upaya realistis untuk menekan anggaran sekaligus meningkatkan efektivitas program.
“Kalau saya pribadi sangat setuju dengan rencana efisiensi MBG,” katanya pada Kamis (26/03/2026).
Menurutnya, anggaran hasil efisiensi dapat dialihkan ke program lain yang lebih mendesak dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas. Ia juga menilai implementasi MBG selama ini masih belum merata dan cenderung membebani anggaran negara.
“Apalagi program MBG ini juga belum menyentuh masyarakat secara merata,” ujar W.
Selain itu, muncul persoalan baru seperti sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi pelajar, sehingga dinilai kurang efisien dari sisi penggunaan anggaran.
“Lebih baik dananya dialihkan ke program layanan dasar masyarakat, termasuk infrastruktur,” jelasnya.
Pendapat serupa disampaikan orang tua lainnya yang berharap evaluasi program dilakukan lebih menyeluruh. Ia menilai MBG belum sepenuhnya tepat sasaran karena juga diterima oleh pelajar yang tidak mengalami masalah gizi.
“Akhirnya hanya membuang-buang biaya saja,” kata M.(prg,wur)








